LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka
1. Pengertian Kompresor
Menurut Sularso dan Haruo Tahara (2006:167), kompresor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. Kompresor udara biasanya mengisap udara dari atmosfir. Namun ada pula yang mengisap udara atau gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfir. Dalam hal ini kompresor bekerja sebagai penguat (booster). Sebaliknya ada pula kompresor yang mengisap gas yang bertekanan lebih rendah dari tekanan atmosfir. Dalam hal ini kompresor disebut pompa vakum.
Kompresor udara di kamar mesin sebuah kapal merupakan pesawat bantu di kapal. Fungsi kompresor adalah pesawat Bantu yang berfungsi untuk mendapatkan udara kempa yang di tampung didalam bejana udara, untuk udara start main engine, motor bantu, untuk kebersihan dan juga sebagai control pneumatic (L. Sterling,2000)
Kompresor udara di kamar mesin merupakan salah satu pesawat bantu yang ada di atas kapal yang digunakan untuk menghasilkan udara start mesin panggerak utama dan motor bantu.
Pada umumnya dikapal dipasang dua buah kompresor udara yang mempunyai tujuan jika salah satu kompresor udara ada yang rusak, maka masih ada kompresor udara yang lain yang dapat menggantikannya sehimgga kebutuhan akan udara bertekanan selalu siap ketika dibutuhkan.
2. Asas Kerja Dan Klasifikasi Kompresor
a. Asas Pemampatan Zat
Kompresor pada dasarnya bekerja memampatkan gas. Adapun gas yang biasa dimampatkan bukan hanya gas saja melainkan juga zat padat. Benda padat yang bias dimampatkan dan dapat menyimpan energi, contohnya adalah pegas. Energi regangan akan diperoleh kembali jika pegas diberi kesempatan memuai ke keadaan semula. Namun energi regangan benda padat tidak mudah disalurkan ketempat lain yang memerlukan.
Silinder kokoh ↓ P
Torak Fluida
P
Gambar II.1.
Kompresi Fluida
b. Asas Kompresor
Asas kerja kompresor jika suatu zat didalam sebuah ruangan tertutup diperkecil volumenya, maka gas akan mengalami kompresi. Adapun pelaksanaannya dalam praktek memerlukan konstruksi seperti diperlihatkan pada gambar II.1. Disini digunakan torak yang bekerja bolak-balik didalam sebuah silinder untuk mengisap, menekan, dan mengeluarkan gas secara berulang-ulang. Dalam hal ini gas yang ditekan tidak boleh bocor melalui celah antara dinding yang bergesek. Untuk itu digunakan cincin torak sebagai perapat.
Pada kompresor ini torak tidak digerakkan dengan tangan melainkan dengan motor melalui poros engkol seperti terlihat pada gambar II.1. Dalam hal ini katup isap dan katup keluar dipasang pada kepala silinder. Adapun yang digunakan sebagai penyimpan udara dipakai tanki udara. Kompresor semacam ini dimana torak bergerak bolak-balik disebut kompresor bolak-balik.
3. Teori Kompresi
a. Hubungan antara tekanan dan volume
Jika selama gas, temperature gas dijaga tetap (tidak bertambah panas) maka pengecilan volume menjadi 1/2 kali akan menaikkan tekanan menjadi dua kali lipat. Demikian juga volume menjadi 1/3 kali, tekanan akan menjadi tiga kali lipat dst. Jadi secara umum dapat dikatakan sebagai berikut “jika gas dikompresikan (atau diekspansikan) pada temperature tetap, maka tekanannya akan berbanding terbalik dengan volumenya“. Pernyataan ini disebut Hukum Boyle dan dapat dirumuskan pula sebagai berikut: Jika suatu gas mempunyai volume V1 dan tekanan P1 dan dimampatkan (atau diekspansikan) pada temperature tetap hingga volumenya menjadi V2, maka tekanan akan menjadi P2 dimana : P1 V1 = P2 V2 = tetap. Disini tekanan dapat dinyatakan dalam kgf/cm2 (atau Pa) dan volume dalam m³.
b. Hubungan antara temperature dan volume
Seperti halnya pada zat padat dan zat cair. Gas akan mengembang jika dipanaskan pada tekanan tetap. Dibandingkan dengan zat padat dan zat cair, gas memiliki koefisien muai jauh lebih besar. Dari pengukuran koefisien muai dari berbagai gas diperoleh kesimpulan sebagai berikut : ” semua macam gas apabila dinaikkan temperaturnya sebesar 1ºC pada tekanan tetap, akan mengalami pertambahan volume sebesar 1/273 dari volumenya pada 0ºC. sebaliknya apabila diturunkan temperaturnya sebesar 1ºC, akan mengalami pengurangan volume dengan jumlah yang sama ”. Pernyataaan tersebut disebut hukum Charles.
4. Proses kompresi
a. Kompresi Isotermal
Bila suatu gas dikompresikan, maka ini ada energi mekanik yang diberikan dari luar pada gas. Energi ini diubah menjadi energi panas sehingga temperature gas akan naik jika tekanan semakin tinggi. Namun jika proses kompresi ini dibarengi dengan pendinginan untuk mengeluarkan panas yang terjadi, temperatur dapat dijaga tetap. Kompresor secara ini disebut kompresor Isotermal (temperatur tetap).
Hubungan antara P dan V untuk T tetap dapat diperoleh dari persamaan:
P1V1 = P2V2 = tetap atau P x V = C = tetap.
b. Kompresi Adiabatik
Yaitu kompresi yang berlangsung tanpa ada panas yang keluar / masuk dari gas. Dalam praktek proses adiabatic tidak pernah terjadi secara sempurna karena isolasi didalam silinder tidak pernah dapat sempurna pula. (P x Vk = C = tetap) , untuk k disebut indek adiabatic. Untuk kompresor torak diasumsikan eksponen adiabatic sebesar (k) = 1,4
c. Kompresi Politropik
Kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan merupakan proses Isotermal, namun juga bukan proses adiabatik, namun proses yang sesungguhnya ada diantara keduanya dan disebut Kompresi Politropik. Hubungan antara P dan V pada politropik ini dapat dirumuskan sebagai: (P x V1.3 = C = tetap)
Gambar II.2.
Diagram kompresi.
5. Jenis-Jenis Kompresor
Seperti terlihat pada Gambar di bawah ini, terdapat dua jenis dasar : positive-displacement and dinamik.
Gambar II.3.
Jenis Kompresor (US DOE, 2003)
Pada jenis positive-displacement, sejumlah udara atau gas di trap dalam ruang kompresi dan volumenya secara mekanik menurun, menyebabkan peningkatan tekanan tertentu kemudian dialirkan keluar. Pada kecepatan konstan, aliran udara tetap konstan dengan variasi pada tekanan pengeluaran.
Kompresor dinamik memberikan enegi kecepatan untuk aliran udara atau gas yang terus-menerus, kompresor ini menggunakan impeller yang berputar pada kecepatan yang sangat tinggi. Energi kecepatan berubah menjadi energi tekanan karena pengaruh impeller dan volute pengeluaran atau diffusers.
Pada kompresor jenis dinamik sentrifugal, bentuk dari sudu-sudu impeller menentukan hubungan antara aliran udara dan tekanan yang dibangkitkan.
a. Kompresor Positive Displacement
Kompresor ini tersedia dalam dua jenis yaitu reciprocating dan putar / rotary.
1) Kompresor reciprocating
Di dalam industri, kompresor reciprocating paling banyak digunakan untuk mengkompresi baik udara maupun refrigerant. Prinsip kerjanya seperti pompa sepeda dengan karakteristik dimana aliran keluar tetap hampir konstan pada kisaran tekanan pengeluaran tertentu. Juga, kapasitas kompresor proporsional langsung terhadap kecepatan. Keluarannya seperti denyutan.
Gambar II.4.
Penampang melintang kompresor reciprocating
Kompresor reciprocating tersedia dalam berbagai konfigurasi, kompresor ini terdapat empat jenis yang paling banyak digunakan yaitu horizontal, vertical, horizontal balance-opposed, dan tandem. Jenis kompresor reciprocating vertical digunakan untuk kapasitas antara 50–150 cfm. Kompresor horisontal balance opposed digunakan pada kapasitas antara 200 –5000 cfm untuk desain multi-tahap dan sampai 10,000 cfm untuk desain satu tahap (Dewan Produktivitas Nasional, 1993).
Kompresor udara reciprocating biasanya merupakan aksi tunggal (single stage compressor) dimana penekanan dilakukan hanya menggunakan satu sisi dari piston. Kompresor yang bekerja menggunakan dua sisi piston disebut sebagai aksi ganda (second stage compressor). Sebuah kompresor dianggap sebagai kompresor satu tahap jika keseluruhan penekanan dilakukan menggunakan satu silinder atau beberapa silinder yang paralel. Beberapa penerapan dilakukan pada kondisi kompresi satu tahap.
Rasio kompresi yang terlalu besar (tekanan absolute/tekanan masuk absolute) dapat menyebabkan suhu pengeluaran yang berlebihan atau masalah desain lainnya. Mesin dua tahap yang digunakan untuk tekanan tinggi biasanya mempunyai suhu pengeluaran yang lebih rendah (140ºC to 160ºC), sedangkan pada mesin satu tahap suhunya lebih tinggi (205ºC to 240ºC).
Gambar II.5.
Kompresor multi tahap (King, Julie)
Untuk keperluan praktis sebagian besar plant kompresor udara reciprocating diatas 100 horsepower/ Hp merupakan unit multi tahap, dimana dua atau lebih tahap kompresor dikelompokkan secara seri. Udara biasanya didinginkan diantara masing-masing tahap untuk menurunkan suhu dan volume sebelum memasuki tahap berikutnya (Dewan Produktivitas Nasional, 1993).
Kompresaor udara reciprocating tersedia untuk jenis pendingin udara maupun pendingin air atau menggunakan pelumasan maupun tanpa pelumasan, mungkin dalam bentuk paket, dengan berbagai pilihan kisaran tekanan dan kapasitas.
2) Kompresor Putar/ Rotary
Kompresor rotary mempunyai rotor dalam satu tempat dengan piston dan memberikan pengeluaran kontinyu bebas denyutan. Kompresor beroperasi pada kecepatan tinggi dan umumnya menghasilkan hasil keluaran yang lebih tinggi dibandingkan kompresor reciprocating. Biaya investasinya relative rendah, bentuknya kompak, ringan dan mudah dalam perawatannya, sehingga kompresor ini sangat popular di industri. Biasanya digunakan dengan ukuran 30 sampai 200 hp atau 33- sampai 150 kW.
Gambar II.6.
Kompresor ulir (rotary compressor)
Jenis dari kompresor putar adalah :
a. Kompresor lobe (roots blower)
b. Kompresor ulir (ulir putar helical lobe), dimana rotor putar jantan dan betina bergerak berlawanan arah dan menangkap udara sambil mengkompresi dan bergerak kedepan (seperti pada gambar II.6.)
c. Jenis baling-baling putar / baling-baling luncur, ring cairan dan jenis gulungan.
Kompresor ulir putar menggunakan pendingin air. Jika pendinginan sudah dilakukan pada bagian dalam kompresor, maka tidak akan terjadi suhu operasi yang ekstrim pada bagian-bagian yang bekerja. Kompresor putar merupakan kompresor jenis kontinyu, dengan paket yang sudah termasuk pendingin udara atau pendingin air.
Karena desainnya yang sederhana dan hanya sedikit bagian-bagian yang bekerja, kompresor udara ulir putar lebih mudah dalam perawatannya,mudah operasinya dan fleksibel dalam pemasangannya.
Kompresor udara putar dapat dipasang pada permukaan apapun yang dapat menyangga berat statiknya.
b. Kompresor Dinamis
Kompresor udara sentrifugal merupakan kompresor dinamis, yang tergantung pada transfer energi dari impeller berputar ke udara. Rotor melakukan pekerjaan ini dengan mengubah momen dan tekanan udara. Momen ini dirubah menjadi tekanan tertentu dengan penurunan udara secara perlahan dalam difuser statis. Kompresor udara sentrifugal adalah kompresor yang dirancang bebas minyak pelumas. Gir yang dilumasi minyak pelumas terletak terpisah dari udara dengan pemisah yang menggunakan sil pada poros dan ventilasi atmosferis.
Sentrifugal merupakan kompresor yang bekerja kontinyu, dengan sedikit bagian yang bergerak, lebih sesuai digunakan pada volume yang besar dimana dibutuhkan bebas minyak pada udaranya.
Gambar II.7.
Kompresor sentrifugal (King, Julie)
Kompresor udara sentrifugal menggunakan pendingin air dan dapat berbentuk paket, khususnya paket yang termasuk after-cooler dan semua control. Kompresor ini dikenal berbeda karakteristiknya jika dibandingkan dengan mesin reciprocating. Perubahan kecil pada rasio kompresi menghasilkan perubahan besar pada hasil kompresi dan efisiensinya.
6. Komponen Utama Sistem Udara Tekan
Sistem udara tekan terdiri dari komponen utama seperti berikut:
a. Filter Udara Masuk : Mencegah debu masuk kompresor. Debu menyebabkan lengketnya katup / kran, merusak silinder dan pemakaian yang berlebihan.
Gambar berikut akan memberikan contoh sebuah saringan udara jenis genangan minyak.
Gambar II.8.
Filter udara
b. Inter Cooler: Menurunkan suhu udara sebelum masuk ke tahap berikutnya untuk mengurangi kerja kompresi dan meningkatkan efisiensi. Biasanya digunakan pendingin air.
Gambar II.9.
Inter cooler.
c. After-Coolers: Tujuannya adalah membuang kadar air dalam udara dengan penurunan suhu dalam penukar panas berpendingin air.
Gambar II.10.
After cooler.
d. Low pressure suction valve : Yaitu katup hisap pada kompresor dua tingkat tekan dimana katup ini merupakan katup yang terletak pada sisi hisap kompresor dua tingkat di tingkat tekan yang pertama, katup ini merupakan katup satu arah saja, udara dapat masuk tetapi tidak dapat keluar, sehingga kerja kompresor akan lebih sempurna dalam memampatkan udara .
e. High pressure suction valve : Merupakan katup hisap pada tingkat tekan yang ke-dua dan katup ini berfungsi sebagai tempat masuknya udara dan mencegah terjadinya udara kembali.
f. Low pressure delivery valve : Yaitu katup tekan pada kompresor dua tingkat tekan dimana katup ini merupakan katup yang terletak pada sisi tekan kompresor dua tingkat di tingkat tekan yang pertama.
g. High pressure delivery valve : Merupakan katup hisap pada tingkat tekan yang ke-dua dan katup ini berfungsi sebagai tempat masuknya udara dan mencegah terjadinya udara kembali.
h. Piston : merupakan komponen dalam kompresor yang berfungsi untuk menekan udara dalam silinder.
i. Ring piston : merupakan komponen yang digunakan untuk mencegah terjadinya udara lolos dalam silinder dalam prosses pemampatan udara.
j. Cylinder oil : merupakan bagian yang sangat penting. Cylinder oil berfungsi untuk melumasi piston dan silinder pada saat kompresor beroperasi agar silinder tidak aus dan tidak terjadi gesekan antara metal yang berlebihan yang akan menyebabkan panas yang berlebihan, cylinder oil tidak boleh sampai telat dalam pengisianya, pengecekan secara rutin dan berkala harus selalu dilaksanakan.
k. Pengering Udara: Sisa-sisa kadar air setelah after-cooler dihilangkan dengan menggunakan pengering udara, karena udara tekan untuk keperluan instrumen dan peralatan pneumatic harus bebas dari kadar air. Kadar air dihilangkan dengan menggunakan adsorben seperti gel silica / karbon aktif, atau pengering refrigeran, atau panas dari pengering kompresor itu sendiri.
l. Traps Pengeluaran Kadar Air: Trap pengeluaran kadar air digunakan untuk membuang kadar air dalam udara tekan. Trap tersebut menyerupai steam traps. Berbagai jenis trap yang digunakan adalah kran pengeluaran manual, klep pengeluaran otomatis atau yang berdasarkan waktu dll.
m. Penerima udara (air receiver) : Penerima udara di sediakan sebagai penyimpanan dan penghalus denyut keluaran udara, mengurangi variasi tekanan dari kompresor.
7. Mekanisme Pengisian Udara Bertekanan Kedalam Tanki Kompresor
Udara adalah suatu suatu benda yang berbentuk gas yang bisa disalurkan dan dimampatkan kedalam sebuah benda atau bangun ruang. Seperti contoh nyata dari Kompresor, perpindahan yang paling umum dan sederhana adalah pompa ban untuk sepeda atau mobil, cara kerjanya adalah sebagai berikut : Jika udara ditarik keatas, tekanan silinder pompa dibawah torak akan menjadi negatip (Lebih kecil dari tekanan atmosfer) sehingga udara akan masuk melalui celah katup isap. Katup ini terbuat dari kulit dipasang pada torak, yang sekaligus berfungsi juga sebagai perapat torak.
Gambar II.11 Gambar II.12.
pompa dan sepeda Prinsip kompresor adalah mirip pompa dan ban
Pada kompresor yang sesungguhnya torak tidak digerakkan dengan tangan melainkan dengan motor melalui engkol. Dalam hal ini katup isap dan katup keluar dipasang pada kepala silinder. Adapun sebagai penyimpan energi dipakai tangki udara. Tangki ini dapat dipersamakan dengan ban pada pompa ban. Udara yang dipampatkan oleh kompresor melalui putaran poros engkol torak ditarik kebawah, kemudian didalam silinder terjadi tekanan negative (Tekanan dibawah atmosfer) dan melalui katup isap yang terbuka udara masuk kedalam.
Kemudian saat torak bergerak dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA), katup isap tertutup dan udara didalam silinder terjadi pemampatan, kemudian katup keluar akan tebuka oleh tekanan udara atau gas didalam silinder, dan udara/gas akan keluar masuk kedalam tanki kompreosor melalui saluran pipa sebagai penghantar udara/gas. Demikian Proses tersebut terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu sampai udara didalam tanki kompresor mencapai titik tekanan yang telah ditentukan dan kompesor akan berhenti bekerja.
8. Penempatan Kompresor
Dalam memilih tempat yang sesuai untuk instalasi kompresor yang akan dipasang perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Instalasi kompresor harus dipasang sedekat mungkin dengan tempat yang memerlukan udara bertekanan.
Jika tempat-tempat ini terpencar letaknya maka kompresor sedapat mungkin dipasang di tengah-tengah. Dengan maksud agar mengurangi tahanan gesek dan kebocoran pada pipa penyalur disamping untuk menghemat biaya
b. Di daerah sekitar kompresor tidak boleh ada gas yang mudah terbakar atau meledak.
Pengamanan harus dilakukan sebab gas-gas berbahaya yang terisap oleh kompresor dapat menimbulkan reaksi kimia akan meledak dan terjadi kebakaran. Selain itu bahan yang mudah terbakar harus dijauhkan dari kompresor.
c. Pemeliharaan dan pemeriksaan harus dapat dilakukan dengan mudah
Meskipun kompresor merupakan salah satu dari sumber tenaga yang besar tetapi sering ditempatkan di sudut ruangan/tempat yang menyulitkan untuk pemeriksaan. Karena itu pelumasan harian atau pengurasan air sering terlupakan sehingga kompresor rusak. Berhubung dengan hal tersebut harus disediakan ruangan yang cukup untuk memudahkan pengawasan pemeliharaan dan perbaikan.
d. Ruangan kompresor harus terang, cukup luas dan berventilasi baik.
Bila sebuah kompresor besar akan dipasang di sebuah ruang kompresor, maka kondisi lingkungan yang menyangkut cahaya, luar dan ventilasi harus memenuhi persyaratan. Dengan cahaya yang cukup apabila terjadi kelainan (kebocoran) akan segera diketahui. Luas ruangan yang cukup akan memudahkan pemeriksaan, pemeliharaan dan mempertinggi keamanan kerja. Ventilasi yang baik berguna untuk menghindari akibat buruk dari kebocoran gas apabila kompresor bekerja dengan jenis gas khusus. Untuk kompresor udarapun ventilsi sangat penting untuk mencegah kenaikan temperature yang tinggi didalam ruangan.
e. Temperatur ruangan harus lebih rendah 40˚C
Kompresor mengeluarkan panas pada waktu bekerja. Jika temperature ruangan naik maka udara yang diisap ke dalam kompresor juga naik. Hal ini mengakibatkan kompresor bekrja pada temperature diatas normal yang dapat memperpendek umur kompresor. Sebaliknya jika temperature ruangan sangat rendah sampai dibawah 40˚C, seperti keadaan pada musim dingin, maka sebelum dijalankan kompresor perlu dipanaskan dahulu. Hal ini perlu supaya kompresor tidak mengalami kerusakan pada saat start atau jalan karena pembekuan air pendingain atau air kurasan.
B. Kerangka Pikir Penelitian
Gambar II.13.
Bagan kerangka pemikiran
Dalam hal ini penulis akan memaparkan beberapa kerangka pikiran secara kronologis dalam menjawab atau menyelesaikan pokok permasalahan yang telah dibuat, adalah sebagai berikut :
1. Menurunnya produksi udara pada kompresor udara, hal ini disebabkan karena :
a. Kotornya saringan udara masuk pada kompresor udara.
b. Proses pertukaran panas didalam alat penukar panas (cooler) tidak terjadi dengan baik.
Hal ini sering terjadi dikarenakan :
1) Timbulnya kerak pada pipa-pipa pendingin didalam cooler.
2) Jumlah air atau media pendingin didalam cooler berkurang atau turun.
3) Suhu atau temperatur media pendingin tinggi.
c. Adanya gangguan pada HP dan LP valve pada kompresor udara.
Gangguan-gangguan tersebut adalah :
1) Tersumbatnya valve karena kotoran yang terbawa masuk maupun terdapatnya lapisan karbon pada valve.
2) Terjadinya kebocoran pada valve tersebut.
d. Motor listrik yang menggerakkan kompresor tidak bekerja dengan baik.
Faktor-faktor penyebabnya adalah :
1) Perawatan yang kurang baik pada motor tersebut.
2) Terbakarnya lilitan pada motor.
e. Terjadinya keausan pada piston dan ring piston.
Keausan tersebut biasanya disebabkan karena kurang baiknya sistem pelumasan pada piston, hal ini berhubungan juga dengan kualitas minyak lumas yang kurang baik.
f. Adanya gangguan pada alat penerima udara atau air receiver.
Gangguan yang terjadi pada penerima udara ini biasanya diakibatkan bocornya katup utama pada penerima udara sehingga ura bertekanan akan keluar melewati tempat yang bocor tersebut.
g. Rusaknya packing atau gasket yang terdapat pada kompresor udara.
Kerusakan gasket biasanya terjadi karena :
1) Bahan gasket yang digunakan berkualitas kurang baik.
2) Pemakaian gasket telah melampaui batas waktu.
3) Kurang terampilnya para engineer dalam melakukan pemasangan gasket setelah gasket dilakukan penggantian.
h. Terganggunya sistem pelumasan pada kompresor.
Hal ini mungkin disebabkan karena :
1) Kualitas minyak lumas kurang baik.
2) Pompa minyak lumas tidak bekerja secara optimal.
3) Kapasitas minyak lumas kurang.
2. Menurunnya produksi udara pada kompresor udara akan mengakibatkan :
a. Terganggunya olah gerak kapal seperti ketika sedang melakukan manuver.
b. Terganggunya semua peralatan yang menggunakan sistem pneumatic.
c. Kompresor akan bekerja lebih lama lagi dalam menghasilkan udara bertekanan, derngan demikian umur kompresor akan jadi lebih pendek.
d. Pasokan udara ynag menuju ke akomodasi akan terganggu.
3. Agar kompresor bisa selalu dapat memproduksi udara dengan baik, maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah.
a. Lakukan pembersihan terhadap saringan udara masuk pada kompresor dari kotoran-kotoran yang menempel pada saringan tersebut, lakukan secara berkala.
b. Lakukan inspeksi pada cooler minimal satu bulan sekali dan lakukan pembersihan pipa-pipa aluran pendingin dari kotoran yang menempel, pembersihan cooler dapat dilakukan dalam kurun waktu 1 bulan sekali.
c. Periksa HP dan LP valve jika terlihat adanya gangguan, lakukan pembersihan dari kotoran ataupun karbon yang menempel pada valve tersebut, kemudian pastikan tidak ada kebocoran pada saat pemasangan.
d. Lakukan perawatan pada motor penggerak kompresor sesuai dengan petunjuk manual book.
e. Drain keluar air dan kandungan minyak yang terdapat didalam tabung udara untuk menghindari terjadinya korosi pada tabung, hal ini dilakukan pada setiap jam jaga.
f. Lakukan pengecekan kapasitas dan kualitas minyak lumas setiap waktu, lakukan penggantian jika minyak lumas mulai encer.
C. Definisi operasional.
1. Booster
Booster merupakan media penguat didalam sistem.
2. Dryer
Dryer merupakan alat pengering udara sebelum masuk kedalam tabung udara.
3. Safety valve
Safety valve adalah katup untuk melepaskan tekanan yang berlebih dari dalam tabung udara.
4. Trap
Merupakan alat untuk membuang kadar air dalam udara tekan.
5. Air receiver
Sering disebut juga dengan tabung penerima udara.