Siklus aliran gas dapat diklasifikasikan dalam 2 kelompok utama. Mesin torak pembakaran dalam (non-flow) dan turbin gas (steady-flow).
dalam setiap siklus:
Siklus Volume Konstan
Ini dikenal dengan siklus otto dan berprinsip pada kerja gas engine (mesin bensin).
Siklus mulai daripada volume udara V1 pada tekanan p1 dan suhu T1. Piston bergerak masuk (ke atas) dan udara dikompresikan secara adiabatik pada volume V2 dan suhu serta tekanannya naik ke p2 dan T2. Energi panas diberikan dari sumber luar dan diasumsikan bahwa udara menerima panas secara cepat sehingga tidak ada perubahan volume yang terjadi. Sehingga tekanan dan suhunya naik ke p3 dan T3, sementara volumenya tetap, sehingga V3 sama dengan V2. Ekspansi Adiabatik sekarang menggantikan pada udara saat piston keluar (ke bawah) pada langkah tenaga, volume bertambah ke V4 dimana volumenya sama dengan V1 serta tekanan dan suhunya ...
Penyerap panas pada udara (secara cepat teorinya) yang menyebabkan tekanan dan suhunya turun ke nilai awal yaitu p1 dan T1.
Perlu dicatat bahwa, saat kompresi dan ekspansi udara adalah proses adiabatik, sehingga tidak ada pertukaran panas selama operasi tersebut. Ini berarti bahwa pada semua panas yang diberikan terjadi saat volume konstan antara poin 2 dan 3 dan semua panas yang diserap pada volume konstan terjadi antara poin 4 dan 1.
Sehingga
Jika rasio kompresi dan ekspansi sama karena,
dan
Sehingga
dan
Sehingga
Jadi,
Jika adalah 1, 4 (udara) kemudian juga efisiensi standar udara
Sehingga,
Pada prinsipnya nilai r yang lebih tinggi, lebih tinggi pula efisiensinya, sehingga menjadi trend untuk mesin bensin. Mesin bensin padaumumnya menghisap campuran gas bensin dan udara selama langkah isap dan mengkompresikannya pada langkah kompresi. Ledakan campuran akan terjadi tanpa bantuan busi jika mencapai suhu titik nyala spontan. Sehingga, bila rasio kompresi terlalu tinggi untuk bensin yang dipakai, dapat dipakai busi.
Dari grafik, meskipun efisiensi naik dengan kompresi rasio yang lebih tinggi, nilai kenaikan rfisiensi menjadi turun saat rasio kompresi dinaikkan, sehingga tidak dianjurkan untuk menaikkan kompresi rasio ke 16:1 (prakteknya dibatasi ke 10:1)
Contoh:
Rasio kompresi pada mesin yang bekerja dengan volume konstan adalah 9,3:1. Saat awal kompresi suhunya 31 oC dan saat akhir pembakaran suhunya 1205 oC. Jika kompresi dan ekspansi adiabatic dan nilai . Hitung:
a. Suhu akhir kompressi
b. Suhu akhir ekspansi
c. Ideal thermal efisiensi
;
;
a). Periode kompressi
Suhu akhir kompressi 468,8 oC
b). Periode Ekspansi
Jika rasio kompressi dan ekspansi sama maka metode yang lebih mudah,
Suhu akhir ekspansi 332,6 oC
c). atau
atau atau
SIKLUS DIESEL
Terminilogi siklus tekanan konstan adalah tekanan dijaga konstan selama dua periode saat energi panas diberikan dan diserap. Pada siklus diesel, panas diberikan pada tekanan konstan tetapi penyerapan panasnya juga dengan volume konstan. Demikian juga, pada siklus diesel yang beroperasi dengan slow speed adalah siklus tekanan konstan yang dimodifikasi.
Berdasarkan gambar diatas, siklus mulai dengan volume udara V1 pada tekanan p1 dan suhu T1. Udara dikompressikan secara adiabatik ke volume V2 dan tekanan dan suhunya naik ke p2 dan T2. Torak sekarang titik atas (akhir langkah masuk/akhir langkah ke atas) dari langkahnya, dan panas yang diberikan dijaga dengan tekanan konstan sehingga piston bergerak ke bawah pada silinder pada langkah tenaga. Saat akhir periode supply panas volumenya V3, suhunya menjadi naik ke T3, dan tekanannya pada p3 adalah sama dengan p2. Udara berekspansi secara adiabatic untuk melakukan proses sisa dari langkah ekspansi (tenaga) sampai ke volume V4 yang sama dengan volume awal V1, tekanan dan suhunya turun selama ekspansi ke p4 dan T4. Akhirnya, siklus dilengkapi dengan penyerapan panas pada volume konstan ke kondisi awal.
Contoh:
Rasio kompressi pada mesin diesel adalah 13:1 dan rasio ekspansi adalah 6,5:1. Pada awal kompressi suhunya 32 oC. Diasumsikan terjadi kompressi adiabatic dan ekspansi adiabatic. Hitung suhu yang tersisa pada ketiga dari kardinal poin dari siklus, dan efisiensi thermal ideal, jika panas jenis pada tekanan dan volume konstan adalah 1,005 kJ/kg.K dan 0,718 kJ/kg.K.
a). , ,
Tingkat pertama, adiabatik compressi
850,9 K
Suhu akhir kompressi 577,9 oC
b). Tingkat kedua, pemanasan pada tekanan konstan
(hukum charles)
1701,8 K
Suhu akhir pembakaran 1428,8 oC
c). Tingkat ketiga, Ekspansi Adiabatic
804,8 K
Suhu akhir ekspansi 531,8 oC
d). Ideal thermal efisiensi
atau 58,045 %
Dalam siklus mesin diesel yang ideal, dimana terjadi kedua proses kompressi dan ekspansi adiabatik, efisiensi thermal ideal dapat diekspresikan dalam rasio kompressi dan perbandingannya dapat dibuat dengan efesiensi pada siklus volume konstan pada rasio kompressi yang sama.
T1 diekspresikan sebagai suhu
jika rasio volume periode pembakaran = , maka
Jika dan , kemudian
Efisiensi thermal ideal
Jika , ini dinamakan efisiensi standar udara.
Dibandingkan ekspresi ini dengan efisiensi thermal ideal pada siklus volume konstan yang dinyatakan dengan r, dapat dilihat bahwa, pada rasio kompresi yang sama, siklus volume konstan mempunyai efisiensi thermal yang lebih tinggi. Ini tidak berarti bahwa mesin bensin yang bekerja dengan volume konstan lebih efisien daripada mesin diesel yang bekerja pada siklus tekanan konstan yang dimodifikasi karena pada mesin bensin campuran dikompressikan dan mempunyai batas rasio kompressi, dimana udara hanya dikompressikan pada mesin diesel dan rasio kompresinya dapat dinaikkan setinggi mungkin.
Siklus pembakaran Ganda
Pada kebanyakan mesin kompresi, penyalaan kecepatasn tinggi perputaran terjadi pada sebagian volume konstan dan pada sebagian tekanan konstan dan siklusnya dinamakan pembakaran ganda (atau campuran).
Dimulai dengan volume udara V1 pada tekanan p1 dan suhu T1, udara dikompresikan secara adiabatik ke volume V2 sehingga tekanan dan suhunya naik ke p2 dan T2. Energi panas diberikan pada volume konstan, tekanan dan suhunya dinaikkan ke p3 dan T3 saat volumenya konstan sehingga . Supply energi dilanjutkan saat nilai tekanannya konstan saat piston bergerak ke bawah sampai ke volume V4, suhunya akan naik ke T4 tetapi . Sekarang ekspansi adiabatic terjadi sampai pada volume V5 yang sama dengan volume awal V1, tekanan dan suhunya turun karena ekspansi ke p5 dan T5. Akhirnya, panas diserap pada volume konstan sehingga suhu dan tekanannya turun ke kondisi awal p1 dan T1.
Formula di atas dapat dikonversikan ke terminologi rasio kompresi sama dengan siklus terdahulu,
Jika
...... rasio kenaikan tekanan pada volume konstan
Sehingga,
Jika , formula di atas menjadi siklus diesel sebenarnya
, menjadi siklus volume konstan sebenarnya.
Mesin kompresi-penyalaan bahan bakar tergantung pada suhu udara pada akhir kompresi untuk menyalakan bahan bakar yang dimasukkan ke dalam silinder, sehingga kompresi rasio harus benar-benar tinggi, biasanya tidak kurang dari 12 untuk memberikan kenaikan suhu selama kompressi.
Siklus CARNOT
Dikembangkan oleh ilmuwan Perancis yaitu Sudi Carnot.
Gambar siklus P-V diagram siklus carnot
Menurut gambar, siklus dimulai pada titik A. Gas yang sebelumnya dikompresikan di dalam silinder dengan piston bergerak ke atas dan pada titik A piston berada pada ’titik puncak’ dari langkahnya. Suhu dan tekanan tinggi, nilainya disimbolkan dengan T1. Setelah itu piston bergerak ke bawah melakukan langkah tenaga, panas diberikan ke gas dari sumber panas luar pada suhu yang konstan, dan selama periode ini gas melakukan ekspansi isothermal sampai titik B tercapai. Pada titik B ini panas yang diberikan ’dihentikan’ dan tidak ada panas yang diberikan atau dilepas dari gas sampai piston bergerak ke akhir langkah C. Selanjutnya gas diekspansikan secara adiabatic sehingga suhunya turun.
Suhu gas pada titik C yaitu T2. Langkah selanjutnya piston bergerak ke atas untuk mengkompresikan gas dari C ke D dan selama periode ini diasumsikan bahwa setiap panas yang dihasilkan dapat dikeluarkan gas ke dalam ’cold body’. Ini berarti, gas melepas energi panas ke sumber luar yang dingin pada nilai suhu yang konstan, T2. Ini adalah kompresi isothermal. Pada titik D, aliran pelepasan panas dihentikan dan dari D ke A gas dikompresikan secara adiabatik sampai piston melengkapi langkahnya, suhu gas naik ke suhu awal T1.
Dari efisiensi Carnot ini menunjukkan bahwa panas mencapai efisiensi tertinggi, panas diambil saat suhu tertinggi (T1) dan pelepasannya pada suhu terendah (T2). Kesimpulan ini diterapkan untuk setiap mesin panas.
Siklus carnot dapat dijelaskan menurut:
A – B Ekspansi isothermal dari gas dimana jumlah panas yang diberikan sama dengan kerja (usaha) yang dilakukan.
Jika r = rasio ekspansi isothermal
B – C Ekspansi adiabatik gas dimana tidak ada panas yang diberikan atau diserap
C – D Kompresi isothermal. Selama periode ini panas dilepas gas, jumlah panas sama dengan usaha yang dilakukan pada gas, karena rasio kompresi isothermal harus sama dengan rasio ekspansi isothermal untuk membentuk siklus tertentu, maka panas yang dilepas = pc Vc ln r= mRT2lnr.
D – A Kompresi adiabatik dimana tidak ada panas yang diberikan atau dilepas
SIKLUS CARNOT TERBALIK
Siklus carnot secara teori dapat dibalik dan jika diterapkan dalam kondisi terbalik berlaku sebagai refrigerator yang mengambil panas dari daerah dingin dan menjaganya pada suhu yang rendah.
Dimulai dari titik A, ke empat tahap dari siklus Carnot yang terbalik terdiri
a. Usaha dilakukan gas saat ekspansi adiabatic dari A ke D dan suhunya turun dari T1 ke T2. Tidak ada panas yang diberikan atau diambil dari gas selama proses ini.
b. Kerja dilakukan gas saat berekspansi isothermal dari D ke jumlah panas yang diambil gas (dari cold body) sama dengan usaha yang dilakukan untukmenjagasuhu konstan pada T2.
c. Kompresi adiabatik gas dari C ke B, tidak ada panas yang diberikan atau dilepas dari gas, oleh sebab itu suhunya naik dari T2 ke T1.
d. Kompressi isothermal dari B ke A dimana pana dilepas dari gas (ke hot body) untuk menjaga suhunya tetap pada T1.
Mesin yang bekerja dengan siklus carnot terbalik memerlukan penggerak dan panas akan selalu diambil dari ruangan dingin dan diberikan (dilepas) ke daerah panas, ini terdapat pada Mesin Pendingin Efisiensi dari mesin pendingin dikenal dengan ‘coeficient of performance’,
Tekanan Efektif Rata-rata
Siklus ideal dapat dianalisa untuk menghitung tekanan efektif rata-rata indikator dari indikator. Untuk siklus diesel maka tekanan efektif rata-rata
(Tekanan efektif rata-rata dalam kN/m2).
Soal Latihan:
1. Rasio kompresi dari mesin bensin yang bekerja pada volume konstan adalah 8,5:1. Tekanan dan suhu pada awal kompresi adalah 1 bar dan 40 oC dan tekanan maksimum dari siklus adalah 31 bar. Jika kompressi campuran udara-uap bensin mengikuti . Hitung:
a. Tekanan akhir kompressi
b. Suhu akhir kompressi
c. Suhu akhir pembakaran
2. Pada siklus volume konstan yang ideal suhu awal kompressi adalah 50 oC. Rasio kompresi volumetric adalah 5:1. Jika panas yang diberikan selama siklus adalah 930 kJ/kg dari cairan kerja, hitung:
a. Suhu maksimum yang tercapai pada siklus
b. Kerja yang dilakukan selama siklus/kg dari cairan kerja
c. Efisiensi thermal ideal dari siklus
Jika dan kJ/kg.K
3. Pada siklus udara Otto standar, tekanan dan suhu pada awal kompressi adalah 1 bar dan 330 K. Rasio kompressi 8:1 dan energi ditambahkan pada volume konstan adalah 1250 kJ/kg.
a. Hitung:
- Suhu maksimum siklus
- Tekanan maksimum siklus
b. Gambar siklus
- Pada diagram p – V
- Pada diagram T – S
Untuk udara: cp = 1005 J/kg.K; cv = 718 J/kg.K
4. Pada siklus udara – diesel standar, tekanan pada suhu udara awal kompressi adalah 1 bar dan 330 K. Rasio kompressi 16:1 dan energi ditambahkan saat tekanan konstan adalah 1250 kJ/kg. Hitung:
a. Tekanan maksimum siklus
b. Suhu maksimum siklus
c. Efisiensi siklus
d. Tekanan Efektif Rata-rata (MEP)
Untuk udara: cp = 1005 J/kg.K; cv = 718 J/kg.K.
5. Rasio kompressi pada mesin yang bekerja dengan pembakaran ganda adalah 10,7:1. Tekanan dan suhu udara pada awal kompresi adalah 1 bar dan 32 oC. Tekanan maksimum dan suhu maksimum siklus adalah 41 bar dan 1593 oC. Jika terjadi kompresi adiabatik dan ekspansi adiabatik, hitung tekanan dan suhu pada titik-titik koordinat yang tersisa pada siklus dan efisiensi thermal ideal. Jika cv = 0,718 kJ/kg.K dan cp = 1,005 kJ/kg.K.
6. Sebuah mesin panas dioperasikan, memakai siklus Carnot, dengan suhu maksimum dan minimumnya adalah 1027 oC dan 27 oC.
a. Hitung efisiensi siklus
b. Cairan kerja dalam siklus adalah uap:
- Nyatakan kesulitan yang berhubungan dengan pengoperasian secara praktis dari siklus.
- Nyatakan modifikasi yang diperlukan pada siklus untuk pengoperasian secara praktis.
7. Gas mulai pada tekanan 1 bar dan suhu 60 oC mengalami siklus sebagai berikut:
a. Compressi adiabatic dengan kompressi rasio 4,5:1
b. Pemanasan pada volume konstan dengan rasio tekanan 1,35:1
c. Ekpansi adiabatik ke tekanan awal.
d. Pendinginan dengan tekanan konstan ke volume awal
Jika cp = 1000 J/kg.K; cv = 678 J/kg.K untuk gas, Hitung efisiensi thermal siklusnya.
8. Satu kg udara pada tekanan dan suhunya adalah 1 bar dan 15 oC, mengalami proses berikut ini dalam siklus:
a. Isothermal compressi ke 2 bar
b. Compressi Polytropic dari 2 bar ke 4 bar
c. Ekspansi isotropic dari 4 bar ke kondisi awal. Gambar diagram P – V dari siklus dan hitung tiap prosesnya:
- Transfer kerja
- Transfer panas, jika (R = 287 J/kg.K dan = 1,4 untuk udara)
9. Rasio kompressi pada mesin diesel adalah 15:1. Bahan bakar yang dimasukkan untuk 1/10 langkah tenaga dan pembakaran terjadi dengan tekanan konstan. Pembuangan mulai saat piston bergerak 9/10 dari langkahnya. Saat awal kompresi, suhu udara 41 oC. Bila kompressi dan ekspansi mengikuti dimana n = 1,34, hitung suhu pada akhir kompressi, suhu akhir pembakaran dan suhu awal pembuangan.
10. Mesin 2 tak, silinder tunggal, beroperasi dengan ”siklus diesel”, mampunyai rasio kompressi volumetrik 12:1 dan volume langkah 0,034 m3.
Tekanan dan suhu pada awal kompressi adalah 1 bar dan 80 oC. Sementara suhu maksimum pada akhir penerimaan panas adalah 1650 oC.
Jika kompressi mengikuti dan ekspansi mengikuti , hitung:
a. Tekanan efektif rata-rata indikator untuk siklus ini
b. Tenaga yang dihasilkan pada 200 put (siklus)/menit
1). Diketahui: , ,
Ditanyakan: a.
b.
c.
Jawab:
a).
b).
c).
2). Diketahui:
, panas yang diberikan 930 K
;
Ditanyakan: a.
b. Usaha yang dilakukan
c. Efisiensi thermal ideal
Jawab:
a).
Suhu maksimum (T3) = 1639 oC
b).
dari cairan kerja
c). Efisiensi thermal ideal siklus
3). Diketahui: ,
, energi yang diberikan 1250 kJ
,
Ditanyakan: a. dan
b. Diagram P-V dan T-S dari siklus Otto
Jawab:
a).
Suhu maksimumnya 2216 oC
Tekanan maksimumnya = p3 = 60,56 bar
b).
Digram T_S Digram T_S
Siklus otto Siklus otto
4). Diketahui: , ,
Energi yang diberikan = 1250 kJ/kg
Ditanyakan: a.
b. T3
c.
d. Tekanan efektif rata-rata
Jawab:
a).
b).
Suhu maksimumnya 1961 oC
c).
d). Tekanan efektif rata-rata (MEP = Mean Efektif Pressure)
5). Diketahui: ; ,
,
Ditanyakan: a. , T2, T3, p5, T5
b.
Jawab:
a). Periode kompressi (1-2)
Sebagian pembakaran dengan volume tetap (2-3)
Suhu absolut divariasikan dengan tekanan absolut
Sebagian pembakaran dengan tekanan tetap (3-4)
Volume divariasikan dengan suhu absolut
Periode ekspansi (4-5)
maka
Suhu dan tekanan yang diminta:
; ; ;
;
b). Efisiensi thermal ideal
(Catatan: rasio kompresi dan tekanan maksimumnya rendah dibandingkan dengan prakteknya).
6). Diketahui:
Ditanyakan: a.
b. Kesulitan bila cairan kerja diganti uap
Jawab:
a).
SA = SD , SB = SC
Diagram T-S Siklus Carnot
Diagram Rankine untuk uap
b). Kesulitan dengan compressor untuk gas yang cair.
Pergantian pompa pengisian untuk menghandle cairan yang terkondensasi
7). Diketahui:
;
,
Ditanyakan:
Jawab:
, ,
8). Diketahui: ,
,
,
Ditanyakan: a. Transfer kerja
b. Transfer panas
Jawab:
a). Transfer kerja
dan
1-2
2-3
3-1
b). Transfer panas
1-2
2-3
3-1
9). Diketahui:
Rasio kompressi 15:1
`
,
Ditanyakan: a. T2
b. T3
c. T4
Jawab :
a) Jika ,
Volume langkah = 15 – 1 = 14
Periode pembakaran bahan bakar
,
Periode kompresi
Suhu akhir kompresi (T2) = 515,4 oC
b). Periode pembakaran
Suhu akhir pembakaran (T3) = 1619 oC
c). Periode Ekspansi
Suhu akhir ekspansi (T4) = 766 oC
(Catatan: bukan siklus ideal).
10). Diketahui: Mesin 2 tak, silinder tunggal
, Volume langkah = 0,034
,
kompressi
ekspansi
Ditanyakan: a. Tekanan efektif rata-rata indikator
b. Power
Jawab :
Tekanan efektif rata-rata
b).
(Catatan: Ini bukan siklus ideal).
SIKLUS TURBIN GAS
Jenis turbin gas marine bekerja pada tekanan konstan ideal (Joule) siklus. Gambar dibawah ini adalah sket diagram dari siklus terbuka sederhana turbin gas yang terdiri dari 3 bagian penting, kompressor udara, ruang bakar dan turbin.
Berdasarkan gambar, udara dihisap dari atmosfer dan dikompresikan dari p1V1T1 ke tekanan yang lebih tinggi, volume yang lebih kecil dan suhu yang lebih tinggi p2V2T2. Udara terkompresi dialirkan ke ruang bakar. Sebagian udara digunakan untuk pembakaran bahan bakar yang dimasukkan melalui burner ke ruang bakar, sisa udara mengalir melalui jacket sekitar rumah burner, bercampur dengan hasil pembakaran, dan dipanaskan pada tekanan konstan saat volume dan suhunya meningkat, kondisi sekarang p3V3T3. Campuran udara panas dan gas sekarang melalui turbin dimana berekspansi ke p4V4T4 seperti kerja untuk menggerakkan rotor. Akhirnya gas terbuang pada tekanan konstan.
Dari tenaga yang dihasilkan pada turbin, sebagian diserap untuk menggerakkan kompressor, sisanya untuk penggunaan luar seperti propulsi atau menggerakkan generator listrik. Motor starting dipasang pada ujung yang berlawanan dari poros untuk penggerak luar.
Pada siklus ideal, kompressi dan ekspansi adalah isentropik antara tekanan sama p2dan p1 mengikuti konstan
Berdasarkan gambar:
..............i
Jika = rasio tekanan
Substitusikan nilai ke (i)
........(ii)
Menunjukkan bahwa efisiensi thermal ideal tergantung dari rasio tekanan.
Contoh:
Pada pesawat gas turbin sederhana yang bekerja pada tekanan konstan, udara dimasukkan ke dalam kompressor pada 1 bar 16 oC dan dialirkan pada 5,5 bar. Jika suhu pada inlet turbin 700 oC, hitung:
a. Suhu akhir kompressi
b. Suhu keluar dari turbin
c. Efisiensi thermal ideal, jika .
Rasio tekanan
Suhu akhir kompressi 194,8 oC
b).
Suhu akhir ekspansi 328 oC
c).
atau 38,24%
Atau
Pemindah Panas
Dengan menambah sebuah pemindah panas, sebagian energi panas pada gas buang dapat digunakan untuk mentransfer ke udara sebelum memasuki ruang bakar, menghasilkan sedikit bahan bakar yang diperlukan untuk menaikkan suhu udara ke suhu turbin inlet yang diperlukan dan meningkatkan efisiensi thermal. Susunannya dapat dilihat di gambar di bawah ini.
Suhu terendah yang memasuki pemindah panas adalah udara terkompresi T2 dan suhu tertinggi adalah gas buang dari turbin. Perbedaan T5 – T2 adalah jangkauan suhu pemindah udara, setelah melalui pemindah panas, meningkat suhunya dari T2 ke T3 dan peningkatannya dari T3 – T2. Rasio peningkatan suhu udara ke seluruh jangkauan suhu disebut thermal rasio atau kegunaan pemindah panas, sehingga:
Efisiensi Siklus Aktual
Proses aktual kompressi dan ekspansi dapat diestimasikan dengan penerapan efisiensi isentropik ke proses ideal isentropik.Efisiensi isentropik ditentukan dari perubahan enthalphy, yang mana untuk gas sempurna
Proses dan siklusnya, seperti diilustrasikan pada gambar dibawah ini dengan diagram T-S.
Contoh :
Unit turbin gas siklus terbuka mempunyai xxxxxxxxxsuhu siklus maksimumnya 760 oC. Efisiensi isentropic kompressor dan turbin 0,85. Suhu siklus minimumnya 15 oC.
a). Sketch siklus diagram T-S
b). Hitung efisiensi thermal unit
b).
= 24,16%
Udara dihidap ke dalam turbin gas yang bekerja dengan siklus tekanan konstan, pada 1 bar dan 21 oC dan dikompresikan ke 5,7 bar. Suhu pada akhir supply panas 680 oC. jika ekspansi dan kompresi adiabatik dimana cv = 0,718 kJ/kg.K, cp=1,005 kj/kg.K.
hitung
a. suhu akhir kompresi
b. suhu exhaust
c. energi panas yang diberikan per kg pada tekanan konstan
d. peningkatan energi dalam per kg dari inlet ke buang
e. efisiensi thermal ideal
a)
suhu akhir kompressi (T2) = 210 oC
b).
atau karena rasio tekanan sama
suhu akhir ekspansi (T4) = 306,7 oC
c). Energi panas yang diberikan par kg =
= 472,1 kJ/kg
d).
=205,1 kJ/kg
e). Efisiensi thermal ideal =
atau
efisiensi thermal =