UDARA PADA KOMPRESOR UDARA TERHADAP
MOTOR INDUK DI MT EMERALD ISLE
SKRIPSI
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh
Sebutan Profesional Sarjana Sains Terapan Di Bidang Teknika
Disusun Oleh :
DWI SANTOSO
NIT. 42052314 T
JURUSAN TEKNIKA
PROGRAM DIPLOMA IV
POLITEKNIK ILMU PELAYARAN
SEMARANG
2010
ii
HALAMAN PERSETUJUAN
” IDENTIFIKASI GANGGUAN MENURUNNYA PRODUKSI UDARA
PADA KOMPRESOR UDARA TERHADAP MOTOR INDUK
DI MT EMERALD ISLE”
Disusun Oleh :
DWI SANTOSO
NIT. 42052314. T
Telah disetujui dan diterima, selanjutnya dapat diujikan di depan Dewan Penguji
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Semarang,……..…………….2011
Dosen Pembimbing
Materi
Dosen Pembimbing
Metodologi Penulisan
WITONO BR, MM, M. Mar. Eng
NIP. 19550205 198203 1 001
SUHARSO,SH,S.Pd
NIP. 19540117 197903 1 002
Mengetahui / Menyetujui
Ketua Jurusan Teknika
HERI SULARNO, M. M.Mar. E
NIP. 19661206 199903 1 001
iii
HALAMAN PENGESAHAN
” IDENTIFIKASI GANGGUAN MENURUNNYA PRODUKSI UDARA
PADA KOMPRESOR UDARA TERHADAP MOTOR INDUK
DI MT EMERALD ISLE”
DISUSUN OLEH :
DWI SANTOSO
NIT: 42052314. T
Telah Diuji dan disyahkan oleh Dewan Penguji Serta Dinyatakan Lulus
Dengan nilai…….......Pada tanggal ………………….… 2011
Penguji I
Drs. DARJONO, M. Mar. E
NIP : 19520922 198603 1 001
Penguji II
WITONO BR, MM, M. Mar. Eng
NIP : 19550205 198203 1 001
Penguji III
SUHARSO,SH,S.Pd
NIP : 19540117 1979031002
Dikukuhkan oleh :
Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Capt. BAMBANG PURNOMO, M. Mar
NIP : 19550508 198403 1 001
iv
HALAMAN PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : DWI SANTOSO
N I T : 42052314. T
Jurusan : TEKNIKA
Menyatakan bahwa Skripsi yang saya buat dengan judul
”IDENTIFIKASI GANGGUAN MENURUNNYA PRODUKSI UDARA
PADA KOMPRESOR UDARA TERHADAP MOTOR INDUK DI MT
EMERALD ISLE” Adalah benar hasil karya saya bukan jiplakan skripsi dari
orang lain dan saya bertanggung jawab kepada judul maupun isi dari skripsi ini.
Bilamana terbukti merupakan jiplakan dari orang lain maka saya bersedia
untuk membuat skripsi dengan judul baru dan atau menerima sanksi lain.
Semarang, 2011
Yang menyatakan
Materai
DWI SANTOSO
NIT. 42052314. T
v
HALAMAN MOTTO
MOTTO :
Cukuplah Al-Qur’an dan As-sunnah yang menjadi panduan
hidupku, hanyalah Muhammad SAW yang pantas menjadi
teladan dalam hidupku dan hanyalah Islam yang kupilih
menjadi penuntun arah kehidupanku.
Keunggulan dan kerja keras tidak mengenal garis keturunan,
gelar, mata pencaharian, ataupun jenjang pendidikan. Siapa
saja yang memiliki semangat tinggi, jiwa yang selalu ingin
tahu, dan tingkat kesabaran yang baik, akan termasuk
kedalam tingkatan orang-orang yang tinggi.
Keringat orang yang bekerja jauh lebih baik dari pada minyak
kasturi yang menebar dari orang yang hanya duduk-duduk
tanpa kerja. Suara terengah-engah orang yang bekerja keras
jauh lebih merdu daripada nyanyian orang-orang yang malas.
Dan, roti kering yang dimakan oleh orang yang lapar lebih
lezat dari pada daging domba yang disantap oleh orang yang
berfoya-foya.
Sukses bagiku adalah ketika hidup ini dapat selalu istiqomah
dalam menegakkan perintah ALLAH dan meninggalkan apaapa
yang dilarang-Nya dan ber’ Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
vi
HALAMAN PERSEMBAHAN
PERSEMBAHAN :
Skripsi ini kupersembahkan untuk :
Ayahanda, Ibunda dan Adik-adikku Serta seluruh
keluarga tercinta, terimakasih atas segala do’a dan
kasih sayangnya, dukungannya. Baik itu dukungan
secara moril maupun materiil.
Seseorang yang sangat aku sayang yang selalu
mendukungku dan menyemangatiku (Arninda
Ratna Furi)
Seluruh teman-teman terutama kelas T VIII A yang
telah memberiku banyak kenangan.
Semua orang yang dalam hidupnya selalu ingin
meningkatkan kualitas keilmuannya dan peduli
serta dapat menghargai karya orang lain.
Thanks for all of MT. EMERALD ISLE Crew
member. I always miss you all.
vii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, segala puji syukur hanyalah untuk ALLAH
S.W.T yang telah memberikan limpahan rahmat, kenikmatan dan telah
membimbing hidup ini dengan Islam agar hidup ini selalu pada jalan yang lurus.
Atas petunjuk dan kemudahan dari-Nya sehingga skripsi dengan judul
“IDENTIFIKASI GANGGUAN MENURUNNYA PRODUKSI UDARA PADA
KOMPRESOR UDARA TERHADAP MOTOR INDUK DI MT EMERALD
ISLE” dapat terselesaikan walaupun masih banyak terdapat kekurangan.
Skripsi ini disusun guna memenuhi syarat untuk memperoleh sebutan
sebagai Sarjana Saint Terapan (SSiT) di bidang keteknikaan. Penulis berharap
semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangsih dalam peningkatan kualitas
pengetahuan bagi penulis dan para pembaca yang budiman.
Penulis menyadari, dalam skripsi ini masih banyak terdapat kekurangankekurangan.
Untuk itu, penulis berharap adanya tanggapan, kritik dan saran yang
bersifat membangun dan melengkapi skripsi ini. Melalui pengantar ini pula
penulis mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Capt. Bambang Purnomo,M.Mar selaku direktur Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang.
2. Bapak Heri Sularno, M.Mar.E selaku ketua jurusan teknika.
3. Bapak Witono BR, MM, M. Mar.Eng, selaku Dosen pembimbing materi
4. Bapak Suharso SH, S.Pd, selaku Dosen pembimbing metodologi penulisan.
5. Seluruh Civitas Akademika Politeknik Ilmu Pelayaran semarang.
viii
6. Seluruh awak kapal MT. EMERALD ISLE serta PT. PP. EQUINOX /
TANKER PACIFIC MANAGEMENT ( S ) Pte, Ltd. Yang telah membantu
Taruna pada saat prala.
7. Ayahanda dan Ibunda serta keluarga tercinta yang telah memberikan motivasi
dan dukungan.
8. Rekan-rekan T VIII A dan Semua pihak yang telah membantu.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya
dan bagi perwira kapal pada khususnya, penulis memohon maaf yang sebesarbesarnya
atas segala kekurangan yang terdapat dalam penyusunan skripsi ini dan
semoga allah selalu memberi petunjuk dalam setiap langkah kita dalam menapaki
liku-liku kehidupan ini.
Semarang, ……….....….. 2011
Penulis
DWISANTOSO
NIT. 42052314. T
ix
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ..................................................................................... ..i
HALAMAN PERSETUJUAN ..................................................................... .ii
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii
HALAMAN PERNYATAAN ...................................................................... iv
HALAMAN MOTTO.....................................................................................v
HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... vi
KATA PENGANTAR..................................................................................vii
DAFTAR ISI.................................................................................................. ix
ABSTRAKSI ................................................................................................. xi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ....................................................................... .1
B. Perumusan Masalah ............................................................... .3
C. Pembatasan Masalah .............................................................. .4
D. Tujuan Penelitian ................................................................... .4
E. Manfaat Penelitian………...………………………………....4
F. Sistematika Penulisan ............................................................ .5
BAB II LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka. ................................................................... .7
B. Kerangka Pikir Penelitian. ..................................................... 26
x
C. Definisi Operasional. ............................................................. 29
BAB III METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian. ............................................... 30
B. Sumber Data. .......................................................................... 30
C. Metode Pengumpulan Data. ................................................... 32
D. Penarikan Kesimpulan ........................................................... 34
E. Teknik Analisis Data ............................................................. 34
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Proyek Yang Diteliti……………….........36
B. Hasil Penelitian/Temuan Masalah ......................................... 38
C. Pembahasan Masalah………………………………………..42
BAB V PENUTUP
A. Simpulan ................................................................................ 62
B. Saran ...................................................................................... 64
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
xi
ABSTRAKSI
Dwi Santoso, 2010, NIT. 42052314.T, “Identifikasi gangguan menurunnya
produksi udara pada kompresor udara terhadap motor induk di MT
EMERALD ISLE”. Skripsi, Jurusan Tekhnika Program D IV, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I Witono BR, MM, M. Mar. Eng,
Pembimbing II Suharso SH. SP.d.
Kata Kunci: “identifikasi, kompresor udara, menurunnya produksi udara”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab menurunnya
produksi udara pada kompresor udara dan untuk mengetahui cara mengatasi
gangguan menurunnya produksi udara pada kompresor udara.
Untuk memperkuat penelitian ini, didukung landasan teori yang dikutip
dari beberapa pustaka yang membahas tentang kompresor udara antara lain
kutipan dari sularso dan haruo tahara, buku dengan judul ”Hidrolika dan
Pneumatika edisi 2,2008, erlangga” dan sumber utama pengambilan data yaitu
manual book kompresor udara.
Metode penelitian yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif yaitu
dengan menjelaskan dan menceritakan princian-perincian berdasarkan fakta yang
ada dan didapatkan selama melakukan penelitian di kapal MT Emerald isle.
Hasil penelitian ini menemukan faktor penyebab terjadinya gangguan pada
kompresor udara yang menurut teori ada enam, namun yang dominan terjadi di
kapal MT. Emerald Isle yaitu kotornya cooler pada kompresor udara. Faktor lain
penyebab terjadinya gangguan pada kompresor udara yaitu kebocoran pada HP
dan LP valve yang menyebabkan udara kompresi terbuang, tabung udara kotor
disebabkan adanya endapan dan campuran antara air dengan minyak didalam
tabung udara, tekanan isap pompa air laut kurang disebabkan saringan sea chest
kotor, kondisi udara kotor menyebabkan filter udara tersumbat sehingga udara
yang dikompresikan kurang, kurangnya suku cadang menyebabkan perawatan dan
perbaikan kompresor udara terhambat. Dari hasil penelitian ini pula dapat
memberikan pengetahuan baru yaitu upaya atau cara mengatasi gangguan tersebut
seperti yang telah dilakukan awak kapal.
Sesuai dengan permasalahan yang telah ditemukan dapat disimpulkan
bahwa perawatan secara berkala sesuai dengan Instruction mannual book perlu
dilakukan supaya keadaan kompresor udara dapat selalu bekerja secara optimal,
selain itu juga perlu melakukan pengecekan secara visual yang bertujuan untuk
menghindari kerusakan yang lebih fatal.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mesin Induk merupakan mesin atau instalasi mesin dalam kapal yang
berfungsi menghasilkan tenaga untuk menggerakkan kapal. Pada umumnya mesin
induk yang digunakan di atas kapal menggunakan jenis motor bakar (diesel),
dimana sistem penggeraknya menggunakan udara bertekanan tinggi. Untuk
menghasilkan udara bertekanan tinggi tersebut tentunya tidak lepas dari peranan
pesawat bantu kompresor yang ikut menunjang pengoperasian mesin induk.
Kompresor adalah salah satu pesawat yang digunakan untuk
memampatkan udara dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Udara yang
dimampatkan tersebut ditampung dalam bejana udara dengan tekanan ±30 kg/cm2,
yang kemudian siap untuk digunakan sebagai udara start untuk menjalankan
mesin induk dan mesin bantu. Udara bertekanan yang dihasilkan oleh kompresor
udara juga digunakan sebagai kontrol pneumatic. Selama pengoperasian mesin
induk pada saat olah gerak terjadi, kadang datang kendala atau hambatanhambatan
yang disebabkan terjadinya kerusakan pada kompressor udara, sehingga
kompresor tidak dapat bekerja secara optimal. Hal ini mengakibatkan proses
pengisian udara start terlalu lama dan dapat mempengaruhi proses kelancaran olah
gerak.
Sehubungan dengan adanya kendala atau hambatan yang dialami pada
kompresor udara tersebut, maka perhatian akan perawatan dan perbaikan terhadap
2
kompresor udara sangat diperlukan agar dapat berdaya guna optimal dan sesuai
dengan batas kerjanya, sehingga tidak menggangu kerja motor induk’.
Usaha perawatan ini harus ditunjang dengan suku cadang yang tersedia
diatas kapal, tanpa adanya suku cadang maka perawatan atau pemeliharaan tidak
dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dalam penulisan
skripsi ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan menuangkannya dalam
kertas skripsi dengan judul “IDENTIFIKASI GANGGUAN MENURUNNYA
PRODUKSI UDARA PADA KOMPRESOR UDARA TERHADAP MOTOR
INDUK DI MT EMERALD ISLE.” Penulis mengambil judul tersebut
dikarenakan pada saat penulis melaksanakan praktek laut di atas kapal M.T
EMERALD ISLE sering terjadi gangguan pada kompresor udara dengan merk
tanabe yang menyebabkan produksi udara tidak dapat mencapai hasil yang
optimal, hal ini dapat diketahui berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan
untuk mengisi botol udara dengan tekanan 30 bar. Lamanya waktu yang
dibutuhkan kompresor udara nomor 2 di kapal tempat penulis melaksanakan
praktek adalah 15-18 menit untuk mengisi botol udara dengan tekanan 30 bar
(normalnya ± 12 menit) kemudian dilakukan beberapa pencatatan dengan hasil
tekanan air masuk 0.8 bar (normal 1.5 bar) , suhu air pendingin masuk 44ºC -
46ºC, suhu air pendingin keluar > 50ºC (suhu selalu berubah) dari hasil
penglihatan pada gelas duga yang terdapat pada pipa keluar air pendingin kadang
tidak terlihat adanya air yang mengalir di dalamnya , tekanan minyak lumas ≤ 2
bar (normalnya 2.4 bar), Dari keadaan tersebut juga sering terjadi high
temperature trip pada kompresor dalam jangka waktu yang tidak tetap. Dari
3
sekian banyaknya tanda-tanda yang tidak normal dari kompresor udara, maka
penulis mengadakan penelitian yang nantinya akan di bahas dalam bab IV.
Banyaknya kendala yang diakibatkan kurang optimalnya kompresor udara
dalam memproduksi udara sangat mempengaruhi kelancaran kerja dari motor
induk, sehingga upaya untuk mengoptimalkan kerja dan kondisi dari kompresor
udara sangat penting untuk dibahas, serta diperlukan perawatan yang benar dan
teratur pada kompresor tersebut, sehingga pada akhirnya dapat membantu
kelancaran pengoperasian kapal dan dapat meringankan tugas kru mesin di atas
kapal.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, maka dapat diambil beberapa pokok
permasalahan yang untuk selanjutnya diberikan rumusan masalah agar
memudahkan dalam solusi pemecahannya. Adapun pokok permasalahan sesuai
dengan instruction manual book yaitu sebagai berikut :
1. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan produksi udara pada kompresor
udara menurun?
2. Bagaimanakah cara mengatasi menurunnya produksi udara pada kompresor
udara tersebut?
4
C. Pembatasan Masalah
Oleh karena luasnya masalah yang akan ditimbulkan dari pemahaman judul
skripsi, maka dengan ini penulis akan membatasi pembahasan hanya pada ruang
lingkup kompresor udara dengan jenis Jonghap-tanabe compressor, H series, 2nd
stage di kapal MT EMERALD ISLE. Selain dibatasi obyeknya, penelitian ini
juga dibatasi dengan ruang lingkup waktu, yaitu keadaan selama kurun waktu
September 2008-Nopember 2009.
D. Tujuan Penelitian
Pembuatan skripsi ini pada dasarnya untuk mengembangkan pikiran dan
pengalaman serta menyangkut berbagai masalah yang terjadi di kapal, khususnya
yang berkaitan dengan kompresor udara. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam
penulisan skripsi ini diantaranya adalah :
1. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya produksi udara
pada kompresor udara.
2. Untuk mengetahui cara mengatasi gangguan menurunnya produksi udara
pada kompresor udara.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian pada kompresor udara antara lain :
5
1. Bagi penulis.
Penelitian ini merupakan kesempatan bagi penulis untuk
menerapkan dan menguji teori-teori yang sudah didapat dan menambah
pengetahuan penulis tentunya tentang masalah-masalah yang diteliti.
2. Bagi pembaca.
Sebagai pengetahuan dan membantu pembaca dalam meningkatkan
perbendaharaan ilmu, serta sebagai acuan untuk melakukan tindakan yang
berhubungan dengan masalah tersebut diatas.
3. Bagi lembaga pendidikan.
Karya ini dapat menambah perbendaharaan perpustakaan
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, dan menjadi sumber bacaan maupun
referensi bagi semua pihak yang membutuhkanya.
4. Bagi perusahaan pelayaran.
Dari hasil penilitian ini diharapkan perusahaan dapat memberikan
kebijakan-kebijakan dalam usaha perawatan dan penyediaan suku cadang.
F. Sistematika Penulisan Skripsi
Dalam penyusunan skripsi penulis menggunakan sistematika penulisan
sebagai berikut:
BAB I: PENDAHULUAN
Penelitian, Sistematika Dalam bab ini penulis membahas tentang
Pendahuluan yang berisi tentang Latar Belakang, Perumusan
6
Masalah, Pembatasan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat
Penulisan.
BAB II: LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulis membahas tentang Landasan Teori, yang
berisi tentang Tinjauan Pustaka, Kerangka Pikir Penelitian dan
Definisi Operasional.
BAB III: METODE PENELITIAN
Dalam bab ini penulis membahas tentang Metodologi Penelitian
yang dipakai. Berisi tentang Jenis /Tempat Penelitian, Data Yang
Diperlukan, Metode Pengumpulan Data.
BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini penulis menyajikan tentang Gambaran Umum Obyek
Yang Diteliti, Hasil Penelitian atau Temuan Masalah dan
Pembahasan Masalah.
BAB V: PENUTUP
Bab penutup ini berisi tentang simpulan dan Saran.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
7
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka
1. Pengertian Kompresor
Menurut Sularso dan Haruo Tahara (2006:167), kompresor adalah
mesin untuk memampatkan udara atau gas. Kompresor udara biasanya
mengisap udara dari atmosfer. Namun ada pula yang mengisap udara atau
gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfer. Dalam hal ini
kompresor bekerja sebagai penguat (booster). Sebaliknya ada pula
kompresor yang mengisap gas yang bertekanan lebih rendah dari tekanan
atmosfer. Dalam hal ini kompresor disebut pompa vakum.
Kompresor udara di kamar mesin sebuah kapal merupakan pesawat
bantu di kapal. Fungsi kompresor adalah pesawat Bantu yang berfungsi
untuk mendapatkan udara kempa yang ditampung didalam bejana udara,
untuk udara start main engine, motor bantu, untuk kebersihan dan juga
sebagai control pneumatic (L. Sterling,2000)
Kompresor udara di kamar mesin merupakan salah satu pesawat
bantu yang ada di atas kapal yang digunakan untuk menghasilkan udara start
mesin panggerak utama dan motor bantu.
Pada umumnya dikapal dipasang dua buah kompresor udara yang
mempunyai tujuan jika salah satu kompresor udara ada yang rusak, maka
8
masih ada kompresor udara yang lain yang dapat menggantikannya,
sehingga kebutuhan akan udara bertekanan selalu siap ketika dibutuhkan.
2. Asas Kerja Dan Klasifikasi Kompresor
a. Asas Pemampatan Zat
Kompresor pada dasarnya bekerja memampatkan gas. Adapun
media yang biasa dimampatkan bukan hanya gas saja melainkan juga
zat padat. Benda padat yang bisa dimampatkan dan dapat menyimpan
energi, contohnya adalah pegas. Energi regangan akan diperoleh kembali
jika pegas diberi kesempatan memuai ke keadaan semula. Namun energi
regangan benda padat tidak mudah disalurkan ketempat lain yang
memerlukan.
Silinder kokoh ↓ P
Torak Fluida
P
Gambar II.1.
Kompresi Fluida
b. Asas Kompresor
Asas kerja kompresor, jika suatu zat didalam sebuah ruangan
tertutup diperkecil volumenya, maka gas akan mengalami kompresi.
Adapun pelaksanaannya dalam praktek memerlukan konstruksi seperti
9
diperlihatkan pada gambar II.1. Disini digunakan torak yang bekerja
bolak-balik didalam sebuah silinder untuk mengisap, menekan, dan
mengeluarkan gas secara berulang-ulang. Dalam hal ini gas yang ditekan
tidak boleh bocor melalui celah antara dinding yang bergesek. Untuk itu
digunakan cincin torak sebagai perapat.
Pada kompresor ini torak tidak digerakkan dengan tangan,
melainkan dengan motor melalui poros engkol seperti terlihat pada
gambar II.1. Dalam hal ini, katup isap dan katup keluar dipasang pada
kepala silinder. Adapun yang digunakan sebagai penyimpan udara
dipakai tanki udara. Kompresor semacam ini dimana torak bergerak
bolak-balik disebut kompresor bolak-balik.
3. Teori Kompresi
a. Hubungan antara tekanan dan volume
Jika selama gas, temperature gas dijaga tetap (tidak bertambah
panas) maka pengecilan volume menjadi 1/2 kali akan menaikkan
tekanan menjadi dua kali lipat. Demikian juga volume menjadi 1/3 kali,
tekanan akan menjadi tiga kali lipat dst. Jadi secara umum dapat
dikatakan sebagai berikut “jika gas dikompresikan (atau diekspansikan)
pada temperature tetap, maka tekanannya akan berba nding terbalik
dengan volumenya“. Pernyataan ini disebut Hukum Boyle dan dapat
dirumuskan pula sebagai berikut: Jika suatu gas mempunyai volume V1
dan tekanan P1 dan dimampatkan (atau diekspansikan) pada temperature
10
tetap hingga volumenya menjadi V2, maka tekanan akan menjadi P2
dimana : P1 V1 = P2 V2 = tetap. Disini tekanan dapat dinyatakan dalam
kgf/cm2 (atau Pa) dan volume dalam m³.
b. Hubungan antara temperature dan volume
Seperti halnya pada zat padat dan zat cair. Gas akan mengembang
jika dipanaskan pada tekanan tetap. Dibandingkan dengan zat padat dan
zat cair, gas memiliki koefisien muai jauh lebih besar. Dari pengukuran
koefisien muai dari berbagai gas diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
”semua macam gas apabila dinaikkan temperaturnya sebesar 1ºC pada
tekanan tetap, akan mengalami pertambahan volume sebesar 1/273 dari
volumenya pada 0ºC. sebaliknya apabila diturunkan temperaturnya
sebesar 1ºC, akan mengalami pengurangan volume dengan jumlah yang
sama ”. Pernyataaan tersebut disebut hukum Charles.
4. Proses kompresi
a. Kompresi Isotermal
Bila suatu gas dikompresikan, maka ini ada energi mekanik yang
diberikan dari luar pada gas. Energi ini diubah menjadi energi panas
sehingga temperature gas akan naik jika tekanan semakin tinggi. Namun
jika proses kompresi ini dibarengi dengan pendinginan untuk
mengeluarkan panas yang terjadi, temperatur dapat dijaga tetap.
Kompresor secara ini disebut kompresor Isotermal (temperatur tetap).
Hubungan antara P dan V untuk T tetap dapat diperoleh dari persamaan:
11
P1V1 = P2V2 = tetap atau P x V = C = tetap.
b. Kompresi Adiabatik
Yaitu kompresi yang berlangsung tanpa ada panas yang keluar
/masuk dari gas. Dalam praktek proses adiabatic tidak pernah terjadi
secara sempurna karena isolasi didalam silinder tidak pernah dapat
sempurna pula. (P x Vk = C = tetap), untuk k disebut indek adiabatic.
Untuk kompresor torak diasumsikan eksponen adiabatic sebesar (k) = 1,4
c. Kompresi Politropik
Kompresi pada kompresor yang sesungguhnya bukan merupakan
proses Isotermal, namun juga bukan proses adiabatik, namun proses yang
sesungguhnya ada diantara keduanya dan disebut Kompresi Politropik.
Hubungan antara P dan V pada politropik ini dapat dirumuskan sebagai:
(P x V1.3 = C = tetap)
Gambar II.2.
Diagram kompresi.
12
5. Jenis-Jenis Kompresor
Seperti terlihat pada Gambar di bawah ini, terdapat dua jenis dasar :
positive-displacement and dinamik.
Gambar II.3.
Jenis Kompresor
Pada jenis positive-displacement, sejumlah udara atau gas di trap
dalam ruang kompresi dan volumenya secara mekanik menurun,
menyebabkan peningkatan tekanan tertentu kemudian dialirkan keluar. Pada
kecepatan konstan, aliran udara tetap konstan dengan variasi pada tekanan
pengeluaran.
Kompresor dinamik memberikan enegi kecepatan untuk aliran udara
atau gas yang terus-menerus, kompresor ini menggunakan impeller yang
berputar pada kecepatan yang sangat tinggi. Energi kecepatan berubah
menjadi energi tekanan karena pengaruh impeller dan volute pengeluaran
atau diffusers.
13
Pada kompresor jenis dinamik sentrifugal, bentuk dari sudu-sudu
impeller menentukan hubungan antara aliran udara dan tekanan yang
dibangkitkan.
a. Kompresor Positive Displacement
Kompresor ini tersedia dalam dua jenis yaitu reciprocating dan
putar/rotary.
1) Kompresor reciprocating
Di dalam industri, kompresor reciprocating paling banyak
digunakan untuk mengkompresi baik udara maupun refrigerant.
Prinsip kerjanya seperti pompa sepeda dengan karakteristik dimana
aliran keluar tetap hampir konstan pada kisaran tekanan pengeluaran
tertentu. Juga, kapasitas kompresor proporsional langsung terhadap
kecepatan. Keluarannya seperti denyutan.
Gambar II.4.
Penampang melintang kompresor reciprocating
14
Kompresor reciprocating tersedia dalam berbagai
konfigurasi, kompresor ini terdapat empat jenis yang paling banyak
digunakan yaitu horizontal, vertical, horizontal balance-opposed,
dan tandem. Jenis kompresor reciprocating vertical digunakan untuk
kapasitas antara 50–150 cfm. Kompresor horisontal balance opposed
digunakan pada kapasitas antara 200 –5000 cfm untuk desain multitahap
dan sampai 10,000 cfm untuk desain satu tahap.
Kompresor udara reciprocating biasanya merupakan aksi
tunggal (single stage compressor) dimana penekanan dilakukan
hanya menggunakan satu sisi dari piston. Kompresor yang bekerja
menggunakan dua sisi piston disebut sebagai aksi ganda (second
stage compressor). Sebuah kompresor dianggap sebagai kompresor
satu tahap jika keseluruhan penekanan dilakukan menggunakan satu
silinder atau beberapa silinder yang paralel. Beberapa penerapan
dilakukan pada kondisi kompresi satu tahap.
Rasio kompresi yang terlalu besar (tekanan absolute/tekanan
masuk absolute) dapat menyebabkan suhu pengeluaran yang
berlebihan atau masalah desain lainnya. Mesin dua tahap yang
digunakan untuk tekanan tinggi biasanya mempunyai suhu
pengeluaran yang lebih rendah (140ºC to 160ºC), sedangkan pada
mesin satu tahap suhunya lebih tinggi (205ºC to 240ºC).
15
Gambar II.5.
Kompresor multi tahap
Untuk keperluan praktis sebagian besar plant kompresor
udara reciprocating diatas 100 horsepower/ Hp merupakan unit
multi tahap, dimana dua atau lebih tahap kompresor dikelompokkan
secara seri. Udara biasanya didinginkan diantara masing-masing
tahap untuk menurunkan suhu dan volume sebelum memasuki tahap
berikutnya.
Kompresor udara reciprocating tersedia untuk jenis pendingin
udara maupun pendingin air atau menggunakan pelumasan maupun
tanpa pelumasan, mungkin dalam bentuk paket, dengan berbagai
pilihan kisaran tekanan dan kapasitas.
2) Kompresor Putar/Rotary
Kompresor rotary mempunyai rotor dalam satu tempat
dengan piston dan memberikan pengeluaran kontinyu bebas
16
denyutan. Kompresor beroperasi pada kecepatan tinggi dan
umumnya menghasilkan hasil keluaran yang lebih tinggi
dibandingkan kompresor reciprocating. Biaya investasinya relative
rendah, bentuknya kompak, ringan dan mudah dalam perawatannya,
sehingga kompresor ini sangat popular di industri. Biasanya
digunakan dengan ukuran 30 sampai 200 hp atau 33 sampai 150
kW.
Gambar II.6.
Kompresor ulir (rotary compressor)
Jenis dari kompresor putar adalah :
a. Kompresor lobe (roots blower)
b. Kompresor ulir (ulir putar helical lobe), dimana rotor putar
jantan dan betina bergerak berlawanan arah dan menangkap
udara sambil mengkompresi dan bergerak kedepan (seperti
pada gambar II.6.)
c. Jenis baling-baling putar / baling-baling luncur, ring cairan dan
jenis gulungan.
17
Kompresor ulir putar menggunakan pendingin air. Jika
pendinginan sudah dilakukan pada bagian dalam kompresor, maka
tidak akan terjadi suhu operasi yang ekstrim pada bagian-bagian
yang bekerja. Kompresor putar merupakan kompresor jenis
kontinyu, dengan paket yang sudah termasuk pendingin udara atau
pendingin air.
Karena desainnya yang sederhana dan hanya sedikit bagianbagian
yang bekerja, kompresor udara ulir putar lebih mudah
dalam perawatannya,mudah operasinya dan fleksibel dalam
pemasangannya. Kompresor udara putar dapat dipasang pada
permukaan apapun yang dapat menyangga berat statiknya.
b. Kompresor Dinamis
Kompresor udara sentrifugal merupakan kompresor dinamis,
yang tergantung pada transfer energi dari impeller berputar ke udara.
Rotor melakukan pekerjaan ini dengan mengubah momen dan tekanan
udara. Momen ini dirubah menjadi tekanan tertentu dengan penurunan
udara secara perlahan dalam difuser statis. Kompresor udara sentrifugal
adalah kompresor yang dirancang bebas minyak pelumas. Gir yang
dilumasi minyak pelumas terletak terpisah dari udara dengan pemisah
yang menggunakan sil pada poros dan ventilasi atmosferis.
Sentrifugal merupakan kompresor yang bekerja kontinyu, dengan
sedikit bagian yang bergerak, lebih sesuai digunakan pada volume yang
18
besar dimana dibutuhkan bebas minyak pada udaranya.
Gambar II.7.
Kompresor sentrifugal
Kompresor udara sentrifugal menggunakan pendingin air dan
dapat berbentuk paket, khususnya paket yang termasuk after-cooler dan
semua control. Kompresor ini dikenal berbeda karakteristiknya jika
dibandingkan dengan mesin reciprocating. Perubahan kecil pada rasio
kompresi menghasilkan perubahan besar pada hasil kompresi dan
efisiensinya.
6. Komponen Utama Sistem Udara Tekan
Sistem udara tekan terdiri dari komponen utama (gambar 9 lampiran
9) seperti berikut:
a. Filter Udara Masuk : Mencegah debu masuk kompresor. Debu
menyebabkan lengketnya katup/kran, merusak silinder dan
19
pemakaian yang berlebihan.
Gambar berikut akan memberikan contoh sebuah saringan udara
jenis genangan minyak.
Gambar II.8.
Filter udara
b. Inter Cooler: Menurunkan suhu udara sebelum masuk ke tahap
berikutnya untuk mengurangi kerja kompresi dan meningkatkan
efisiensi. Biasanya digunakan pendingin air.
Gambar II.9.
Inter cooler.
20
c. After-Coolers: Tujuannya adalah membuang kadar air dalam udara
dengan penurunan suhu dalam penukar panas berpendingin air.
Gambar II.10.
After cooler.
d. Low pressure suction valve : Yaitu katup hisap pada kompresor dua
tingkat tekan dimana katup ini merupakan katup yang terletak pada sisi
hisap kompresor dua tingkat di tingkat tekan yang pertama, katup ini
merupakan katup satu arah saja, udara dapat masuk tetapi tidak dapat
keluar, sehingga kerja kompresor akan lebih sempurna dalam
memampatkan udara .
e. High pressure suction valve : Merupakan katup hisap pada tingkat
tekan yang ke-dua dan katup ini berfungsi sebagai tempat masuknya
udara dan mencegah terjadinya udara kembali.
f. Low pressure delivery valve : Yaitu katup tekan pada kompresor dua
tingkat tekan dimana katup ini merupakan katup yang terletak pada sisi
21
tekan kompresor dua tingkat di tingkat tekan yang pertama.
g. High pressure delivery valve : Merupakan katup hisap pada tingkat
tekan yang ke-dua dan katup ini berfungsi sebagai tempat masuknya
udara dan mencegah terjadinya udara kembali.
h. Piston : merupakan komponen dalam kompresor yang berfungsi untuk
menekan udara dalam silinder.
i. Ring piston : merupakan komponen yang digunakan untuk mencegah
terjadinya udara lolos dalam silinder dalam prosses pemampatan
udara.
j. Cylinder oil : merupakan bagian yang sangat penting. Cylinder oil
berfungsi untuk melumasi piston dan silinder pada saat kompresor
beroperasi agar silinder tidak aus dan tidak terjadi gesekan antara
metal yang berlebihan yang akan menyebabkan panas yang berlebihan,
cylinder oil tidak boleh sampai telat dalam pengisianya, pengecekan
secara rutin dan berkala harus selalu dilaksanakan.
k. Pengering udara: Sisa-sisa kadar air setelah after-cooler dihilangkan
dengan menggunakan pengering udara, karena udara tekan untuk
keperluan instrumen dan peralatan pneumatic harus bebas dari kadar
air. Kadar air dihilangkan dengan menggunakan adsorben seperti gel
silica/karbon aktif, atau pengering refrigeran, atau panas dari
pengering kompresor itu sendiri.
l. Traps pengeluaran kadar air: Trap pengeluaran kadar air digunakan
untuk membuang kadar air dalam udara tekan. Trap tersebut
22
menyerupai steam traps. Berbagai jenis trap yang digunakan adalah
kran pengeluaran manual, klep pengeluaran otomatis atau yang
berdasarkan waktu dll.
m. Penerima udara (air receiver) : Penerima udara di sediakan
sebagai penyimpanan dan penghalus denyut keluaran udara,
mengurangi variasi tekanan dari kompresor.
7. Mekanisme Pengisian Udara Bertekanan Kedalam Tanki Kompresor
Udara adalah suatu suatu benda yang berbentuk gas yang bisa
disalurkan dan dimampatkan kedalam sebuah benda atau bangun ruang.
Seperti contoh nyata dari Kompresor, perpindahan yang paling umum dan
sederhana adalah pompa ban untuk sepeda atau mobil, cara kerjanya adalah
sebagai berikut: Jika udara ditarik keatas, tekanan silinder pompa dibawah
torak akan menjadi negatif (Lebih kecil dari tekanan atmosfer) sehingga
udara akan masuk melalui celah katup isap. Katup ini terbuat dari kulit
dipasang pada torak, yang sekaligus berfungsi juga sebagai perapat torak.
Gambar II.11 Gambar II.12.
pompa dan sepeda Prinsip kompresor adalah mirip
pompa dan ban
23
Pada kompresor yang sesungguhnya torak tidak digerakkan dengan
tangan melainkan dengan motor melalui engkol. Dalam hal ini katup isap dan
katup keluar dipasang pada kepala silinder. Adapun sebagai penyimpan
energi dipakai tangki udara. Tangki ini dapat dipersamakan dengan ban pada
pompa ban. Udara yang dipampatkan oleh kompresor melalui putaran poros
engkol torak ditarik kebawah, kemudian didalam sili nder terjadi tekanan
negative (Tekanan dibawah atmosfer) dan melalui katup isap yang terbuka
udara masuk kedalam.
Kemudian saat torak bergerak dari titik mati bawah (TMB) ke tit ik mati
atas (TMA), katup isap tertutup dan udara didalam silinder terjadi
pemampatan, kemudian katup keluar akan tebuka oleh tekanan udara atau
gas didalam silinder, dan udara/gas akan keluar masuk kedalam tanki
kompreosor melalui saluran pipa sebagai penghantar udara/gas. Demikian
proses tersebut terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu sampai
udara didalam tanki kompresor mencapai titik tekanan yang telah ditentukan
dan kompesor akan berhenti bekerja.
8. Penempatan Kompresor
Dalam memilih tempat yang sesuai untuk instalasi kompresor yang
akan dipasang perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Instalasi kompresor harus dipasang sedekat mungkin dengan tempat yang
memerlukan udara bertekanan.
Jika tempat-tempat ini terpencar letaknya maka kompresor sedapat
24
mungkin dipasang ditengah-tengah. Dengan maksud agar mengurangi
tahanan gesek dan kebocoran pada pipa penyalur disamping untuk
menghemat biaya
b. Di daerah sekitar kompresor tidak boleh ada gas yang mudah terbakar
atau meledak.
Pengamanan harus dilakukan sebab gas-gas berbahaya yang terisap oleh
kompresor dapat menimbulkan reaksi kimia akan meledak dan terjadi
kebakaran. Selain itu bahan yang mudah terbakar harus dijauhkan dari
kompresor.
c. Pemeliharaan dan pemeriksaan harus dapat dilakukan dengan mudah
Meskipun kompresor merupakan salah satu dari sumber tenaga yang
besar tetapi sering ditempatkan di sudut ruangan/tempat yang
menyulitkan untuk pemeriksaan. Karena itu pelumasan harian atau
pengurasan air sering terlupakan sehingga kompresor rusak. Berhubung
dengan hal tersebut harus disediakan ruangan yang cukup untuk
memudahkan pengawasan pemeliharaan dan perbaikan.
d. Ruangan kompresor harus terang, cukup luas dan berventilasi baik.
Bila sebuah kompresor besar akan dipasang disebuah ruang kompresor,
maka kondisi lingkungan yang menyangkut cahaya, luar dan ventilasi
harus memenuhi persyaratan. Dengan cahaya yang cukup apabila terjadi
kelainan (kebocoran) akan segera diketahui. Luas ruangan yang cukup
akan memudahkan pemeriksaan, pemeliharaan dan mempertinggi
keamanan kerja. Ventilasi yang baik berguna untuk menghindari akibat
25
buruk dari kebocoran gas apabila kompresor bekerja dengan jenis gas
khusus. Untuk kompresor udarapun ventilasi sangat penting untuk
mencegah kenaikan temperature yang tinggi did alam ruangan.
e. Temperatur ruangan harus lebih rendah 40˚C
Kompresor mengeluarkan panas pada waktu bekerja. Jika temperature
ruangan naik maka udara yang diisap ke dalam kompresor juga naik. Hal
ini mengakibatkan kompresor bekrja pada temperature diatas norm al
yang dapat memperpendek umur kompresor. Sebaliknya jika temperature
ruangan sangat rendah sampai dibawah 40˚C, seperti keadaan pada
musim dingin, maka sebelum dijalankan kompresor perlu dipanaskan
dahulu. Hal ini perlu supaya kompresor tidak mengalami k erusakan pada
saat start atau jalan karena pembekuan air pendingain atau air kurasan .
26
B. Kerangka Pikir Penelitian
Gambar II.13.
Bagan kerangka pemikiran
Kompresor
Kondisi normal
Tekanan masuk air pendingin 1.5
bar
Suhu air pendingin masuk 44ºC-
46ºC
Suhu keluaran air pendingin
50ºC-54ºC
Tekanan minyak lumas 2.4 bar
Pengisian tabung udara 12 menit
Gangguan-gangguan
Tekanan air masuk 0.8 bar
Suhu keluaran air pendingin
> 54ºC
Tekanan minyak lumas ≤ 2 bar
Pengisian tabung udara >15
menit
Gangguan langsung
Cooler kotor atau tersumbat.
Kebocoran pada HP dan LP
valve.
Tabung udara kotor.
Gangguan tidak langsung
Sea chest kotor.
Kondisi udara kotor.
Kurangnya suku cadang
Cara mengatasi gangguan-gangguan pada kompresor
Membersihkan cooler dari kotoran yang menyumbat.
Melaksanakan overhaul HP dan LP valve.
Perawatan terhadap tabung udara.
Inspeksi sea chest dan lakukan pembersihan.
Pembersihan dan penggantian filter udara.
27
Dalam hal ini penulis akan memaparkan beberapa kerangka pikiran
secara kronologis dalam menjawab atau menyelesaikan pokok permasalahan
yang telah dibuat, adalah sebagai berikut :
1. Menurunnya produksi udara pada kompresor udara, hal ini disebabkan
karena :
a. Kotornya saringan udara masuk pada kompresor udara.
b. Proses pertukaran panas didalam alat penukar panas (cooler) tidak
terjadi dengan baik.
Hal ini sering terjadi dikarenakan :
1) Timbulnya kerak pada pipa-pipa pendingin didalam cooler.
2) Jumlah air atau media pendingin didalam cooler berkurang atau
turun.
3) Suhu atau temperatur media pendingin tinggi.
c. Adanya gangguan pada HP dan LP valve pada kompresor udara.
Gangguan-gangguan tersebut adalah :
1) Tersumbatnya valve karena kotoran yang terbawa masuk
maupun terdapatnya lapisan karbon pada valve.
2) Terjadinya kebocoran pada valve tersebut.
d. Adanya gangguan pada alat penerima udara atau air receiver.
Gangguan yang terjadi pada penerima udara ini biasanya
diakibatkan adanya endapan yang bercampur dengan air dan
minyak, dapat menyebabkan kualitas dan kuantitas udara menurun.
28
2. Menurunnya produksi udara pada kompresor udara akan
mengakibatkan :
a. Terganggunya olah gerak kapal seperti ketika sedang melakukan
manuver.
b. Terganggunya semua peralatan yang menggunakan sistem
pneumatic.
c. Kompresor akan bekerja lebih lama lagi dalam menghasilkan udara
bertekanan, derngan demikian umur kompresor akan jadi lebih
pendek.
d. Pasokan udara ynag menuju ke akomodasi akan terganggu.
3. Agar kompresor bisa selalu dapat memproduksi udara dengan baik,
maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah.
a. Lakukan pembersihan terhadap saringan udara masuk pada
kompresor dari kotoran-kotoran yang menempel pada saringan
tersebut, lakukan secara berkala.
b. Lakukan inspeksi pada cooler minimal satu bulan sekali dan
lakukan pembersihan pipa-pipa aluran pendingin dari kotoran yang
menempel, pembersihan cooler dapat dilakukan dalam kurun
waktu 1 bulan sekali.
c. Periksa HP dan LP valve jika terlihat adanya gangguan, lakukan
pembersihan dari kotoran ataupun karbon yang menempel pada
valve tersebut, kemudian pastikan tidak ada kebocoran pada saat
pemasangan.
29
d. Drain keluar air dan kandungan minyak yang terdapat didalam
tabung udara untuk menghindari terjadinya korosi pada tabung, hal
ini dilakukan pada setiap jam jaga.
C. Definisi operasional.
1. Booster
Booster merupakan media penguat didalam sistem.
2. Dryer
Dryer merupakan alat pengering udara sebelum masuk kedalam tabung
udara.
3. Safety valve
Safety valve adalah katup untuk melepaskan tekanan yang berlebih dari
dalam tabung udara.
4. Trap
Merupakan alat untuk membuang kadar air dalam udara tekan.
5. Air receiver
Sering disebut juga dengan tabung penerima udara.
30
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu Dan Tempat Penelitian
Lokasi penelitian dan pengamatan tentang pesawat Main Air Compresor
dilakukan saat penulis melaksanakan praktek laut pada September 2008 sampai
Desember 2009 selama satu tahun lebih di atas kapal MT. EMERALD ISLE,
salah satu armada milik Tanker Pacific Management (S) Pte,. Ltd..
Adapun data-data kapal tersebut diatas adalah sebagai berikut:
Nama kapal : MT. Emerald Isle
Kebangsaan : Liberia, Monrovia
Nomor resmi IMO : 8807454
Dibuat di : Namura Shipyard, Imari, Japan
Tahun pembuatan : 1989
Jenis kapal : Product Oil Tanker
Berat kotor : 39415 Tons
Berat bersih : 20226 Tons
Panjang keseluruhan : 228.66 m
Lebar keseluruhan : 32.2 m
B. Sumber Data
Data yang dikumpulkan dan digunakan dalam menyusun skripsi ini adalah
data yang merupakan informasi yang diperoleh penulis melalui riset pustaka,
31
observasi langsung, wawancara dengan masinis yang bertanggung jawab dari
sumber-sumber tersebut, maka diperoleh data sebagai berikut:
1. Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak berupa angka dan merupakan
informasi yang diperoleh dari pengamatan pada kompresor udara di MT
EMERALD ISLE.
2. Data primer
Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya,
diamati dan dicatat untuk pertama kalinya. Data tersebut menjadi data
sekunder kalau dipergunakan oleh orang yang tidak berhubungan langsung
dengan peneliti. Penulis mendapatkan data primer dengan mengadakan
pencatatan terhadap kodisi kompresor yang ada di kapal MT EMERALD
ISLE.
3. Data sekunder
Data sekunder yaitu data yang bukan diusahakan sendiri
pengumpulannya oleh peneliti, melainkan pengumpulan data melewati satu
atau lebih pihak yang bukan peneliti sendiri, data ini bisa berupa buku-buku
atau dokumen yang didapatkan di atas kapal MT EMERALD ISLE maupun
dari tempat lain yang berkaitan dengan kompresor udara.
32
C. Metode Pengumpulan Data
1. Riset Pustaka
Merupakan suatu cara penelitian untuk mengumpulkan data dengan
menggunakan referensi dan membaca literature yang ada hubunganya dengan
obyek penelitian terutama yang berhubungan dengan kompresor udara.
2. Pengamatan lapangan.
Dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap
data-data informasi yang berhubungan dengan kompresor udara.
Pengumpulan data sangatlah diperlukan, karena data adalah suatu yang dapat
diketahui kebenarannya dan dianggap dapat memberikan gambaran tentang
suatu keadaan ataupun penjelasan dari suatu persoalan. Oleh karena itu
penulis melakukan pengumpulan data, melalui cara-cara sebagai berikut:
a. Observasi langsung.
Dengan melakukan praktek berlayar selama satu tahun penulis melakukan
observasi langsung tentang permasalahan-permasahan yang terjadi pada
kompresor udara dalam menghasilkan udara bertekanan, penulis
mengadakan pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala yang di
timbulkan dari subyek yang diamati pada situasi yang sebenarnya. Maka
dengan demikian penulis dapat membandingkan teori yang diterima di
bangku kuliah dan kenyataan yang ada di kapal.
33
b. Observasi tidak langsung
Penulis dalam mengumpulkan data juga dengan cara mengadakan
pengamatan terhadap suatu alat atau perantara yang dapat menunjukkan
suatu informasi tentang suatu permesinan yang sedang bekerja, alat
tersebut adalah engine console.
3. Studi Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2005; 83) studi dokumen merupakan pelengkap
dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.
Bahkan kredibilitas hasil penelitian kualitatif ini akan semakin tinggi jika
melibatkan/menggunakan studi dokumen ini dalam metode penelitian
kualitatifnya hal senada diungkapkan Bogdan (seperti dikutip Sugiyono).
Metode pengumpulan data dengan dokumentasi yaitu teknik
pengumpulan data dengan mempelajari catatan-catatan, atau dengan cara
membaca buku-buku petunjuk tentang kompresor udara, atau dengan
menggunakan berbagai media yang ada hubungannya dengan materi
penulisan. Adapun referensi yang berhubungan dengan materi penulisan
tersebut adalah:
a. Instruction Book For Jonghap-tanabe compressor, H series, 2nd stage.
b. Pengambilan data dan informasi yang didapat dari internet.
c. Berbagai macam checklist yang berhubungan dengan kompresor udara di
atas kapal.
34
4. Wawancara.
Yaitu metode yang dilakukan dengan cara wawancara langsung
dengan pihak yang bersangkutan, adapun pihak-pihak yang lain yang
diwawancara antara lain :
a. para ahli perusahaan (port engineer)
b. para pelaksana lapangan (Masinis dan Crew).
c. Pihak-pihak sekitarnya yang dapat membantu.
D. Penarikan Kesimpulan
Dalam penulisan skripsi ini penulis memakai cara penarikan kesimpulan
secara induktif yaitu dari hal khusus ke hal yang lebih umum. Dalam perawatan
kompresor udara ini pelaksana di atas kapal berbeda sesuai dengan situasi dan
kondisi di kapal tersebut. Perawatan kompresor udara mengikuti prosedur pada
Plan Maintenance Schedule sehingga dapat mendukung kinerja permesinan yang
ada di kapal MT EMERALD ISLE.
E. Teknik Analisis Data
Pada penulisan skripsi ini menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu
dengan menjelaskan dan menceritakan perincian-perincian berdasarkan fakta
yang ada dan didapatkan selama melakukan penilitian di kapal MT EMERALD
ISLE.
35
Pada penelitian ini penulis mencari fokus penelitian terlebih dahulu
melalui gambaran umum. Disamping itu juga mencari sumber bacaan melalui
dokumen atau buku-buku yang ada, arsip-arsip kapal, penulis juga melakukan
survey mengenai lokasi dan tempat penelitian, wawancara observasi dikapal
yang bersangkutan guna mendapatkan informasi yang menunjang penelitian.
36
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Obyek Yang Diteliti
Penulis akan menjelaskan gambaran data yang diteliti yang
berhubungan dengan perumusan masalah dalam skripsi ini yang berjudul
”Identifikasi gangguan menurunnya produksi udara pada kompresor udara
terhadap motor induk di MT Emerald Isle”. Berikut ini akan diuraikan
mengenai data-data di kapal selama penulis melaksanakan penelitian:
Merk kompresor : Jonghap Tanabe
Model : H-27 / 30 (kg/cm2) / 440 V / 60HZ
Tipe : vertical 2nd stage
No of cylinder : 2
Free air : 360 m3/hr
Tekanan kerja : 30 kg/cm2
Required power : 111 PS
Revolution : 1800 RPM
Cooling system : fresh water
Air pendingin : 9,54 m3/hr
Suhu air masuk : max 45ºC
Minyak lumas : 24.5 liter
Berat kompresor : 740 kg
37
Dalam siklus kompresor udara terdapat beberapa sistem yang
saling terkait antara satu dengan yang lainnya, sebelum udara masuk
kedalam ruang silinder, maka udara harus terlebih dahulu disaring dengan
menggunakan sebuah alat yang dinamakan filter, filter ini berfungsi untuk
menyaring kotoran-kotoran yang terdapat pada udara sebelum masuk
kedalam ruang silinder, hal ini sangat penting dikarenakan udara yang
kotor yang masuk kedalam ruang silinder untuk dikompresikan dapat
menyebabkan terjadinya penumpukan kotoran, yang pada akhirnya akan
menyebabkan terbentuknya korosi didalam ruang silinder dan korosi pada
piston serta pada ring piston. Setelah udara yang bersih tersebut
dikompresikan maka akan terjadi penyusutan volume dengan disertai
naiknya tekanan dan temperature pada udara tersebut, dengan naiknya
temperature dari udara tekan tersebut, maka udara kompresi perlu
didinginkan yaitu melalui sebuah alat yang dinamakan intercooler,
intercooler merupakan alat yang berfungsi sebagai tempat terjadinya
pertukaran panas, media pendingin yang digunakan dalam intercooler
adalah air, air dengan temperatur yang lebih rendah yang mengalir
melewati pipa-pipa didalam intercooler akan menyerap sebagian
kandungan panas didalam udara bertekanan tersebut, sehingga setelah
melewati intercooler, temperatur udara akan mengalami penurunan
sebelum masuk kedalam ruang kompresi tahap kedua.
Pada tahap yang kedua ini, udara bertekanan tersebut akan kembali
dikompresikan sehingga volume udara akan kembali mengalami
38
penyusutan, tekanan dan temperatur naik. Setelah melewati tahap kedua
ini, maka udara akan kembali diturunkan lagi temperaturnya dengan
menggunakan alat yang dinamakan aftercooler, aftercooler berfungsi
untuk membuang kadar air dalam udara dengan penurunan temperatur
dalam penukar panas berpendingin air. Setelah melewati aftercooler maka
udara bertekanan akan melalui sebuah alat yang dinamakan air dryer
(pengering udara), alat ini berfungsi untuk membuang sisa-sisa kadar air
didalam udara setelah melalui aftercooler, karena udara tekan untuk
keperluan instrumen dan peralatan pneumatic harus bebas dari kadar air.
Kadar air dihilangkan dengan menggunakan adsorben seperti gel
silika/karbon aktif, atau pengering refrigeran, atau panas dari pengering
kompresor itu sendiri. Setelah melalui air dryer maka udara bertekanan
akan disimpan didalam tabung udara atau air receiver.
Udara bertekanan yang telah disimpan didalam tabung penerima
udara digunakan untuk start motor induk, motor bantu, untuk kebersihan
dan juga untuk control pneumatic. System udara bertekanan dapat dilihat
pada lampiran 6 gambar 6.
B. Hasil Penelitian/Temuan Masalah.
Di dalam skripsi ini penulis memisahkan antara temuan masalah,
yang dituangkan dalam sub bab B, dengan pembahasan masalah yang
dituangkan dalam sub bab C. Temuan masalah adalah fakta atau kejadian
39
murni yang benar-benar ada, sedangkan pembahasan adalah penilaian atau
pandangan penulis terhadap temuan.
1. Analisa Permasalahan Yang Terjadi.
Pada kenyataannya kompresor udara di atas kapal tidak selalu
bekerja dengan optimal, karena hal ini dipengaruhi oleh banyak
faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Seperti yang
terjadi di kapal MT. EMERALD ISLE, pada saat kapal anchorage di
port kelang Malaysia, pada saat itu akan diadakan uji mesin induk,
sehingga dibutuhkan udara bertekanan yang cukup (30 bar),
kompresor dijalankan guna mengisi tabung udara karena udara dalam
tabung kapasitasnya berkurang, hal ini dapat diketahui dengan melihat
jumlah tekanan yang ditunjukkan pada alat pengukur tekanan atau
manometer yang terdapat pada tabung udara.
Dalam keadaan normal, kompresor udara membutuhkan waktu
selama 12 menit untuk mengisi tabung udara sampai penuh (30bar),
tetapi pada kompresor udara nomor 2 (yang digunakan saat itu)
membutuhkan waktu lebih dari 15 menit untuk mngisi tabung udara
sampai penuh (30bar), kemudiah dilakukan pengecekan terhadap alatalat
pengukur yang terdapat pada kompresor udara, dari hasil
pengecekan didapatkan hasil :
a. Tekanan air pendingin masuk 0.8 bar (normal 1.5 bar) ,
pengukuran dapat dilihat pada gambar no.4 lampiran 1.
40
b. Temperatur air pendingin masuk 44ºC-46ºC (fresh water),
pengukuran dilakukan dengan menggunakan infra red
thermometer gun pada gambar no.2 lampiran 1.
c. Temperatur air pendingin keluar > 50ºC (temperature selalu
berubah), pengukuran dilakukan dengan mengguanakan infra red
thermometer gun pada gambar no.5 lampiran 1.
d. Tekanan minyak lumas ≤ 2 bar (normalnya 2.4 bar), pengukuran
dapat dilihat melalui oil pressure gauge seperti terlihat pada
gambar no.3 lampiran 1.
e. Sering terjadi high temperature trip alarm.
f. Kadang tidak terlihat adanya air yang mengalir pada sight glass
yang terpasang pada pipa keluar air pendingin.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis ketika
melaksanakan praktek laut dari bulan September 2008 sampai dengan
bulan November 2009. Dalam pengamatan terhadap fakta-fakta
dilapangan yang terjadi selama melaksanakan praktek laut, penulis
menemukan faktor penyebab gangguan yang sering terjadi pada pesawat
kompresor udara, sehingga kompresor tidak dapat memproduksi udara
secara optimal, hal ini disebabkan karena keadaan cooler kotor, sehingga
menyebabkan proses pertukaran panas tidak normal, sehingga perlu
dilakukan pembersihan pada cooler tersebut.
41
Usaha yang dilakukan engineer di kapal MT EMERALD ISLE
adalah dengan cara melakukan pembongkaran pada cooler dan kemudian
melakukan pembersihan cooler dari korosi dan kotoran-kotoran yang
menyumbat, pembersihan dilakukan dengan menggunakan rotan dengan
sikat di ujungnya, rotan ini digunakan untuk membersihkan lubang-lubang
pipa pendingin, kemudian disemprotkan air bertekanan ke dalam lubanglubang
tersebut untuk membuang sisa kotoran didalamnya. Untuk kotoran
yang menempel pada pipa-pipa pendingin bagian luar, pembersihannya
dilakukan dengan menggunakan sikat kawat maupun ampelas (emory
papper).
2. Temuan Masalah.
Adapun gangguan-gangguan yang menyebabkan menurunnya produksi
udara pada kompresor udara adalah:
a. Gangguan langsung.
1) Cooler kotor atau tersumbat sehingga proses pertukaran panas
tidak optimal.
2) Adanya kebocoran pada HP dan LP valve yang menyebabkan
sebagian udara kompresi terbuang.
3) Kurangnya perawatan pada tabung udara yang menyebabkan
jumlah udara dalam tabung tidak maksimal serta kualitas udara
yang tidak baik.
42
b. Gangguan tidak langsung.
1) Tekanan isap pompa air laut kurang disebabkan karena
saringan sea chest kotor.
2) Udara disekitar kompresor kotor sehingga menyebabkan filter
udara cepat tersumbat.
3) Kurangnya suku cadang yang menyebabkan proses perbaikan
kompresor terhambat.
C. Pembahaasan Masalah.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama penulis
melaksanakan praktek di atas kapal MT. EMERALD ISLE didapatkan
beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya gangguan-gangguan
menurunnya produksi udara pada kompresor udara. Oleh karena itu perlu
dilakukan perawatan dan perbaikan untuk menjaga kinerja kompresor
udara agar tetap bekerja secara optimal, sehingga tidak ada kendala saat
pengoperasian kapal. Berikut ini akan dibahas mengenai permasalahan
yang terjadi.
1. Faktor-faktor yang menyebabkan produksi udara pada kompresor
udara menurun adalah:
a. Penyebab langsung.
Penyebab langsung adalah berbagai macam permasalahan
yang terjadi pada bagian-bagian kompresor yang dapat
mempengaruhi kinerja kompresor itu sendiri. Penyebab langsung
43
menurunnya produksi udara pada kompresor udara di kapal MT.
EMERALD ISLE adalah :
1) Cooler kotor atau tersumbat.
Cooler atau sering disebut alat pendingin (gambar 5
pada lampiran 5) adalah suatu apendasi yang dipasang pada
kompresor yang berfungsi sebagai tempat bertukarnya
kandungan panas yang terdapat dalam udara dengan air yang
terdapat didalam media pendinginan.
Cooler pada kompresor udara di kapal MT EMERALD
ISLE mengalami suatu kondisi yang tidak normal, hal ini
terbukti dari adanya suatu pengecekan pada temperature
keluar air pendingin, hasil pengukuran adalah temperature
keluar air pendingin > 50 ºC (temperature selalu berubah),
sedangkan temperature normal sesuai manual book adalah ≤
50ºC. Jika alat pendingin ini mengalami korosi atau
penyumbatan didalam pipa-pipa, maka proses pertukaran
panas akan terganggu sehingga akan mengahambat kinerja
dari kompresor udara, maka cooler harus dilakukan
pembersihan.
2) Kebocoran pada HP dan LP valve.
Gangguan pada katup tekanan rendah (low pressure
valve) dan katup tekanan tinggi (high pressure valve),
44
diakibatkan karena kurangnya perawatan yang akan
menyebabkan kinerja kompresor kurang optimal karena
sebagian udara kompresi terbuang.. Gangguan yang terjadi
pada katup biasanya adalah :
a) Terdapat endapan karbon akibat tidak pernah dilakukan
perawatan atau dibersihkan.
b) Tidak rapatnya katup dengan dudukannya sehingga
terjadi kebocoran udara pada saat proses kompresi.
3) Kurangnya perawatan pada tabung udara atau air receiver.
Kurangnya perawatan pada tabung udara akan dapat
mempengaruhi kualitas dan kuantitas udara, hal ini terjadi di
kapal MT EMERALD ISLE yang terbukti dengan adanya
endapan dan campuran partikel antara air dan minyak yang
terdapat didalam tabung udara, air yang terdapat dalam
tabung udara berasal dari adanya proses pendinginan pada
udara yang dikompresikan dengan air pendingin, penurunan
temperature menyebabkan terbentuknya air kondensat yang
akhirnya terbawa masuk kedalam tabung udara, maka dari itu
upaya untuk selalu mempertahankan kondisi tabung udara
harus selalu dilaksanakan, agar botol angin tidak cepat rusak.
45
Akibat kurangnya perawatan pada tabung udara akan
mengakibatkan jumlah udara dalam tabung tidak maksimal
serta kualitas udara yang tidak baik.
b. Penyebab tidak langsung.
Gangguan menurunnya produksi udara pada kompresor
udara juga tidak lepas dari adanya gangguan-gangguan
dari luar, gangguan-gangguan itu meliputi:
1) Tekanan isap pompa air laut kurang.
Sea chest merupakan sebuah saringan yang dipasang
pada pipa isap air laut yang di tempatkan di port side dan
starboard side, kebersihan dari sea chest sangat berpengaruh
terhadap jumlah air laut yang dapat diisap oleh pompa air laut
yang nantinya akan didistribusikan kedalam system yang
menggunakan media air laut, cooler yang digunakan untuk
penyerapan panas pada air pendingin kompresor juga
menggunakan air laut, jadi keberadaan sea chest sangat
berpengaruh terhadap proses penyerapan panas, semakin
banyak air laut yang mengalir maka akan semakin baik pula
penyerapan panasnya.
Sea chest di kapal MT EMERALD ISLE juga
mengalami gangguan yaitu keadaan saringan sea chest kotor
(gambar 4 pada lampiran 4), hal ini dapat diketahui dari
46
tekanan isap pompa air laut < 0 bar (filter pompa air laut bersih), sehingga dapat disimpulkan bahwa suplai air laut berkurang dan saringan sea chest harus dilakukan pembersihan. 2) Udara disekitar kompresor kotor. Kondisi udara yang masuk kedalam ruang silinder untuk dikompresikan sangatlah penting, karena jika kondisi udara kotor maka akan sangat berbahaya bagi kondisi piston dan ruang silinder, udara yang kotor dapat menyebabkan mengumpulnya kotoran-kotoran yang terbawa masuk bersama udara yang nantinya akan menyebabkan terjadinya korosi pada piston dan ruang silinder. Di kapal MT EMERALD ISLE, filter udara pada kompresor cepat tersumbat, sehingga dengan tersumbatnya filter udara karena kotoran akan menyebabkan suplai udara berkurang, maka filter udara harus sering dillakukkan pembersihan. 3) Kurangnya spare part. Selain dari pada perawatan dan perbaikan kompresor udara dalam proses untuk melancarkan pengoperasian kapal, ada hal lain yang perlu diperhatikan yaitu suku cadang, baik 47 dalam pengadaan maupun sebagai cadangan apabila terjadi kerusakan dan perlu penggantian dari komponen tersebut. Jika suku cadang tidak ada maka penggantian komponen-komponen yang rusak tidak dapat dilakukan, hal ini dapat berakibat buruk terhadap kondisi permesinan yang rusak. Sesuai dengan ketentuan yang ada, maka setiap bagian dari permesinan harus memiliki suku cadang minimal sesuai dengan jumlah yang ada, jika bagian permesinan mengalami kerusakan yang memerlukan penggantian, maka perbaikan tetap dapat dilaksanakan, sehingga tidak menggangu kelancaran pengoperasian kapal. Suku cadang (lihat lampiran 7,8 gambar 7,8) di kapal MT EMERALD ISLE sangatlah kurang, ketika terjadi kerusakan pada kompresor dan membutuhkan penggantian, suku cadang dari beberapa bagian kompresor tidak ditemukan di store room, hal ini menyebabkan perbaikan kompresor udara mengalami hambatan. 48 2. Cara mengatasi menurunnya produksi udara pada kompresor udara adalah: a. Penyebab langsung. 1) Cooler kotor atau tersumbat. Cooler yang kotor atau tersumbat biasanya disebabkan karena perawatan yang kurang baik, sehingga didalam pipapipa pendingin terbentuk lapisan korosi yang menyebabkan proses pertukaran panas terganggu. Kondisi cooler yang kotor (gambar 5 lampiran 5) dapat mengakibatkan temperatur udara bertekanan yang dihasilkan oleh kompresor akan tinggi sehingga efisiensi kerja kompresor udara akan terganggu. Untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan yang disebabkan oleh keadaan cooler yang kurang baik atau kotor, maka harus dilakukan perawatan yang baik dan teratur terhadap cooler tersebut. Perawatan-perawatan pada cooler adalah : a) Buang udara yang terdapat didalam cooler dengan cara membuka sedikit air vent dan tutup kembali jika udara seluruhnya terbuang, hal ini dapat diketahui dari keluarnya air pendingin secara terus-menerus. Adanya udara didalam cooler menyebabkan proses pertukaran panas terganggu. 49 b) Lakukan inspeksi terhadap cooler dan lakukan pembersihan setiap satu bulan. Gambar IV.1 Pembersihan cooler. c) Bersihkan pipa-pipa pendingin dari kotoran atau korosi yang terdapat didalamnya. d) Lakukan pressure test pada pipa-pipa pendingin untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran pada pipa-pipa pendingin. e) Lakukan pengecekan pada katup-katup yang terpasang pada cooler dan pastikan bekerja dengan baik. 2) Kebocoran pada HP dan LP valve. Kebocoran katup ini sering kali terjadi di kapal MT EMERALD ISLE, kebocoran pada katup disebabkan karena adanya kotoran ataupun karbon yang menempel pada katup. Kondisi ini akan menyebabkan terbuangnya udara kompresi yang seharusnya mengalir kedalam tabung penerima udara, 50 sehingga kompresor akan bekerja lebih lama untuk mengahsilkan udara kompresi,hal ini dapat diketahui dari lamanya kompresor mengisi tabung udara yaitu yang seharusnya 12 menit menjadi 15 menit, maka dari itu perawatan katup harus dilakukan secara rutin sesuai dengan buku petunjuk, agar tidak terjadi kebocoran saat kompresi sehingga tekanan yang dihasilkan akan maksilmal. Cara melakukan perawatan serta pemeriksaan katup tekanan rendah dan tekanan tinggi adalah : a) Lakukan perawatan katup dengan cara membersihkan endapan karbon agar tidak terjadi penyumbatan udara. b) Apabila terjadi kebocoran katup dengan sering lakukan penyekuran dan lakukan pengetesan serta pemeriksaan terhadap spring atau pegas. c) Setelah dilakukan penyekuran (lapping) dengan menggunakan lapping pasta, lakukan pengecekan pada katup tersebut dengan cara memberi air pada katup bagian atas, periksa dan pastikan tidak ada air yang menetes dari katup. Untuk memperbaiki kondisi dari suction valve dan delivery valve kita harus membongkar valve-valve tersebut. Jika valve-valve tersebut sudah dibongkar maka kita akan tahu 51 seberapa parah keausan yang terjadi sehingga katup tersebut bocor, dalam melakukan perbaikan kita perlu persiapkan alatalat untuk mengerjakan valve-valve tersebut agar kembali keposisi normal. Dalam pengerjaan penyekuran atau lapping maka gunakanlah pasta yang paling halus, kemudian pasta tersebut dioleskan secara merata pada permukaan katup yang akan dilakukan lapping, letakkan katup diatas meja baja khusus untuk lapping dan gosokkan katup tersebut dengan pelan membentuk angka delapan hingga permukaan katup tersebut rata. Jika hasilnya benar-benar maksimal dan tidak terlihat goresan pada valve tersebut, maka katup dapat dipasang kembali ke posisi semula. Setelah itu harus dilakukan juga pengecekan terhadap ada tidaknya kebocoran pada katup, dengan cara memberikan air secukupnya pada katup kemudian lakukan pemeriksaan pada katup, hasil yang baik adalah air tidak menetes dari katup atau batas toleransinya adalah maksimal 5 tetes air dalam waktu satu menit. Setelah dipastikan bahwa keadaan katup normal maka katup dapat dipasang kembali pada kompresor, yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai tertukar antara suction valve dengan 52 delivery valve. Agar diperhatikan tanda-tanda khusus pada valve tersebut. Dibawah ini dapat dilihat konstruksi katup. Gambar IV.3. Konstruksi katup Keterangan gambar IV.3 : 1. Suction valve seat. 2. Delivery valve seat. 3. Suction valve plate. 53 4. Delivery valve plate. 5. Chusion plate. 6. Suction spring plate. 7. Delivery spring plate. 8. Center stud. 9. Stud. 10. Self locking nut. 11. Dome nut. 12. Dome nut. 13. Lift washer. 14. Locating pin. 15. Locating pin. 16. Back peg. 17. “O” ring between 1 and 7. 3) Tabung udara kotor. Kurangnya perawatan terhadap tabung penerima udara juga dapat menyebabkan terjadinya kebocoran, kebocoran pada tabung udara sering disebabkan adanya endapan yang bercampur dengan air dan minyak yang dapat mengakibatkan terjadinya korosi di dalam tabung udara, kebocoran tabung penerima udara juga akan mempengaruhi kinerja dari kompresor udara, kompressor akan bekerja lebih lama dari 54 waktu normalnya, jika hal tersebut dibiarkan maka kompresor udara akan cepat mengalami kerusakan dan jumlah udara didalam tabung udara yang berkurang akan berpengaruh terhadap olah gerak kapal. Untuk menghindari terjadinya kebocoran maka tabung penerima udara harus dilakukan perawatan secara rutin dan sesuai dengan petunjuk dari manual book. Cara perawatan tabung udara adalah : a) Lakukanlah pembuangan air yang bercampur dengan minyak dan kotoran dalam tabung penerima udara. Pekerjaan ini harus dilakukan minimal satu kali dalam satu periode jaga atau setiap empat jam oleh masinis jaga. b) Perhatikan pengaturan tekanan kerja pada tabung penerima udara tersebut. Masinis harus selalu memperhatikan besarnya tekanan udara yang disimpan dalam tabung penerima udara. Besarnya tekanan udara yang disimpan harus lebih kecil dari daya simpan tabung penerima udara tersebut. c) Lakukanlah pembersihan terhadap tabung penerima udara secara berkala, pekerjaan ini biasanya dilakukan setiap enam bulan atau sesuaikan dengan ptunjuk yang ada pada manual book. Pembersihan ini bertujuan untuk membuang 55 kotoran-kotoran yang terrbawa masuk udara kedalam tabung penerima udara. d) Jika salah satu dari tabung penerima udara mengalami kerusakan, maka harus segera mungkin dilakukan perbaikan, misalnya terdapat kebocoran atau korosi. Jika pada saat keadaan darurat, seperti kompresor udara tidak dapat bekerja normal, sehingga untuk memenuhi kebutuhan udara baik untuk kamar mesin maupun diatas deck, untuk sementara bisa dipenuhi dengan menggunakan tabung udara yang lainnya. e) Lakukan pengecekan terhadap apendasi-apendasi yang terpasang pada tabung penerima udara secara baik dan rutin, seperti: katup-katup, mano meter, katup keamanan. Pastikan semua dalam keadaan normal. Gambar IV.4 Tabung penerima udara 56 b. Penyebab tidak langsung. 1) Tekanan isap pompa air laut kurang (sea chest kotor). Air laut sebagai salah satu media pendingin yang digunakan di atas kapal sangatlah penting, jika pasokan air laut kurang maka proses pendinginan yang mengguanakan media air laut juga akan terganggu, keberadaan sea chest sangat berperan penting di atas kapal karena lubang masuk utama air laut berasal dari sea chest yang dipasang di kapal. Di kamar mesin harus dilengkapi dengan dua buah kerangan air laut yakni kerangan air laut rendah atau sering disebut low sea chest yang dipasang pada sisi starboard side kapal dan kerangan air laut tinggi atau sering disebut high sea chest yang dipasang pada sisi port side kapal. Masing-masing kerangan air laut memiliki fungsi yang sama tetapi prosedur penggunaanya berbeda. Kerangan air laut rendah (low sea chest) digunakan pada saat kapal berlayar diperairan dangkal, hal ini dimaksudkan untuk menghindari terbawa masuknya kotoran-kotoran yang melayang dari luar yang dapat menyebabkan tersumbatnya kerangan air laut. Kerangan air laut tinggi (high sea chest) digunakan pada saat kapal berlayar di perairan dalam atau di laut lepas karena 57 dimungkinkan tidak adanya kotoran-kotoran yang akan terbawa masuk kedalam kerangan air laut. Kerangan air laut yang tersumbat akan berakibat turunnya jumlah air laut yang diisap pompa air laut (auxiliary sea wáter pump), sehingga proses pendinginan atau pertukaran panas yang menggunakan media air laut menjadi kurang optimal terutama proses pendinginan pada kompresor, maka untuk mengatasi masalah tersebut maka harus dilakukan pembersihan terhadap saringan pada kerangan air laut, dengan cara : a) Persiapkan peralatan yang akan digunakan untuk membuka tutup saringan kerangan air laut, seperti : chain block, wire sling, spanner, hammer, dll. b) Sebelum membuka tutup saringan, maka katup masuk dan katup keluar harus tertutup rapat dan kerangan air yang lain harus terbuka. c) Buka tutup saringan kerangan air dan angkat saringan keluar dengan menggunakan chain block. d) Bersihkan saringan dari kotoran dan teritip yang menyebabkan saringan tersumbat, bersihkan dengan menggunakan sikat kawat atau dapat juga dengan menggunakan mesin chipping sampai bersih. e) Pasang kembali saringan dan tutuplah dengan rapat. 58 f) Buka katup masuk dan katup keluar, kemudian tutup kerangan air yang lainnya. 2) Kondisi udara kotor Udara atmosfer tersusun atas udara kering, kelembaban dalam bentuk uap air dan pengotor seperti debu, asap dan gas. Udara kering itu sendiri adalah campuran dari berbagai macam gas. Yang paling banyak adalah oksigen dan nitrogen seperti terlihat pada tabel IV.1. Tabel IV.1 Komposisi Udara Kering. Gas Percentage of Dry Air Nitrogen (N2) 77 Oxygen (O2) 22 Carbon dioxide (CO2) 0.04 (variable) Other gases 0.96 Dilihat dari tabel IV.1 dapat diketahui komposisi dari udara kering, jika kandungan pengotor didalam udara tersebut lebih banyak, maka tentu akan berpengaruh terhadap kinerja dan ketahanan kompresor, untuk menghindari masuknya udara kotor maka didalam sistem kompresor pasti dipasang saringan udara yang berfungsi untuk menyaring udara yang diisap oleh 59 kompresor dari kotoran-kotoran yang terkandung didalamnya, sehingga udara yang masuk kedalam ruang silinder untuk dikompresikan bersih dan kompresor dapat bekerja secara optimal. Saringan udara juga harus dilakukan perawatan dengan cara, membersihkan saringan udara dengan menyemprotkan udara bertekanan hingga kotoran-kotoran yang menempel pada saringan terbuang, hal ini dilakukan satu kali dalam satu minggu. Gambar IV.5 Saringan udara. 3) Kurangnya suku cadang. Untuk memperlancar dalam pengoperasian kapal, maka dalam melakukan perawatan diperlukan suku cadang yang memadai untuk menunjang dalam melakukan perawatan atau perbaikan. Hal tersebut sering menjadi masalah karena terbatasnya suku cadang yang ada di kapal, sehingga untuk 60 melakukan perawatan sering terjadi masalah, terutama terjadinya penundaaan perawatan yang mengakibatkan keadaan permesinan terutama kompresor menjadi lebih buruk lagi. Masalah-masalah tersebut adalah: a) Permasalahan dalam pemesanan barang Untuk menghindari dari ketidak jelasan dalam melakukan permintaan suku cadang maka : i) Barang dipesan ditulis sesuai jenis dan tipe suku cadang yang diperlukan. ii) Barang yang dipesan ditulis sesuai dengan kode barang yang sesuai dengan buku petunjuk atau manual book. iii) Barang yang dipesan hanya bagian-bagian terpenting saja. b) Permasalahan pengiriman suku cadang kurang lancar. Dalam melakukan permintaan pengiriman barang atau suku cadang untuk melakukan perbaikan, tidak semua negara atau pelabuhan yang disinggahi memiliki suku cadang terhadap peralatan-peralatan kapal, termasuk suku cadang kompresor udara. Jika suku cadang tersebut sangat penting untuk digunakan perbaikan, maka untuk mengatasi masalah kurang lancarnya dalam permintaan suku cadang, pihak perusahaan harus sesegera mungkin mengirim suku 61 cadang yang diperlukan dimana posisi kapal sedang sandar, dimanapun palabuhan yang disinggahi. Biasanya pada pelabuhan yang disinggahi terdapat agen atau devisi teknik kapal yang mengurusi tentang permintaan-permintaan kebutuhan kapal, termasuk suku cadang kapal. Sehingga pada saat pihak kapal membutuhkan suku cadang yang diperlukan, maka kebutuhan akan suku cadang dapat segera terpenuhi. c) Terbatasnya anggaran untuk suku cadang. Masalah tersebut merupakan masalah intern perusahaan dan masalah tersebut sering kali terjadi pada perusahaan-perusahaan besar maupun kecil, apalagi pada saat sekarang ini. Solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara mengutamakan permintaan suku cadang permesinan hanya pada suku cadang yang penting-penting saja, suku cadang yang lain mungkin dapat diusahakan sendiri oleh para ahli mesin dikapal, mereka harus menggunakan keterampilan mereka untuk membuat suku cadang yang sekiranya bisa dibuat dengan bahan-bahan yang tersedia di kapal dan dengan permesinan atau peralatan seadanya. 62 BAB V PENUTUP A. Simpulan Dari uraian-uraian permasalahan yang penulis paparkan pada bab-bab sebelumnya, bahwa dalam pengoperasian kompresor udara terdapat bermacam-macam factor yang dapat menyebabkan menurunnya produksi udara pada kompresor udara. 1. Faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya produksi udara pada kompresor udara adalah: a. Penyebab langsung 1) Cooler pada kompresor udara kotor atau tersumbat, sehingga menyebabkan proses pertukaran panas tidak optimal, hal ini terbukti dari temperature keluar air pendingin > 50º C.
2) Terjadinya kebocoran pada HP dan LP valve, penyebab dari
kebocoran tersebut adalah adanya endapan karbon pada katup
sehingga katup tidak rapat.
3) Adanya endapan dan campuran antara air dan minyak didalam
tabung udara, mengakibatkan jumlah udara didalam tabung tidak
maksimal dan kualitas udara tidak baik.
63
b. Penyebab tidak langsung
1) Tekanan isap pompa air laut kurang disebabkan karena saringan
sea chest tersumbat oleh kotoran, mengakibatkan suplai air laut
berkurang, sea chest yang kotor dapat diketahui dari tekanan isap
pmpa air laut < 0 bar (filter pompa air laut bersih). 2) Udara disekitar kompresor kotor menyebabkan kualitas udara kompresi kurang baik dan dapat menyebabkan terjadinya korosi pada piston dan ruang silinder, hal ini dapat diketahui dari kondisi filter udara yang cepat kotor. 3) Kurangnya suku cadang atau spare part, menyebabkan proses perawatan dan perbaikan terganggu, hal ini terjadi pada saat dilakukan overhaul kompresor udara di kapal MT EMERALD ISLE dan beberapa suku cadang tidak ada. 2. Cara mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya produksi udara pada kompresor udara adalah: a. Penyebab langsung 1) Cooler pada kompresor yang kotor harus dilakukan pembersihan supaya proses pertukaran panas dapat berlangsung dengan optimal. 2) HP dan LP valve yang bocor harus dilakukan pembersihan dari kotoran-kotoran yang menempel pada katup. Lakukan penyekuran dan pemasangan kembali sesuai prosedur, sehingga tidak lagi terjadi kebocoran udara. 64 3) Perawatan pada tabung udara atau air receiver dilakukan dengan cara melakukan pembuangan air yang bercampur dengan endapan dan minyak didalam tabung, minimal satu kali dalam satu periode jaga dan lakukan perawatan sesuai petunjuk dalam manual book. b. Penyebab tidak langsung 1) Tekanan isap pompa air laut yang kurang disebabkan karena filter sea chest kotor, maka lakukan pembersihan saringan sea chest dari kotoran yang menyumbat saringan. 2) Udara disekitar kompresor kotor, untuk mencegah masuknya kotoran pada ruang silinder maka lakukan pembersihan saringan udara sesering mungkin, minimal satu kali dalam satu minggu. 3) Untuk mengatasi kurangnya suku cadang atau spare part, maka lakukan pemesanan suku cadang pada perusahaan dengan jelas dan pemesanan hanya untuk suku cadang yang penting saja. B. Saran Setelah mengetahui faktor-faktor penyebab menurunnya produksi udara pada kompresor udara serta cara-cara mengatasinya, maka langkah selanjutnya adalah dengan selalu melaksanakan perawatan dan perbaikan kompresor udara sesuai petunjuk yang ada pada manual book, serta memperbaiki sistem dan jadwal perawatan pada kompresor udara, sehingga 65 kompresor udara dapat selalu bekerja dengan optimal, adapun perawatanperawatan yang seharusnya dilaksanakan yaitu : 1. Melakukan pengecekan dan perawatan kompresor udara sesuai dengan instruction manual book di kapal, 2. Sebaiknya melakukan pembersihan cooler pada kompresor udara secara berkala sehingga proses pertukaran panas optimal. 3. Sebaiknya pemeriksaan HP dan LP valve dilaksanakan secara terjadwal, jangan menunggu sampai HP dan LP valve bocor. 4. Pembuangan air yang bercampur dengan endapan dan minyak didalam tabung harus selalu menjadi perhatian para engineer pada saat jaga. 5. Perhatian khusus terhadap kebersihan saringan sea chest harus ditingkatkan untuk menjaga tercukupinya jumlah air laut yang digunakan dalam proses pendinginan. 6. Selain melakukan pembersihan filter udara untuk mencegah masuknya udara kotor pada kompresor, maka crew mesin tetap harus fokus terhadap kebersihan seluruh ruang kamar mesin dengan melaksanakan house keeping secara rutin. 7. Pemesanan suku cadang pada perusahaan seharusnya dilakukan sedini mungkin, sehingga pada waktu melakukan penggantian bagian permesinan dapat berjalan lancar. DAFTAR PUSTAKA Hidrolika dan Pneumatika edisi 2, 2008, Erlangga. Jonghap Tanabe Air Compresor Manual Book, 1987, Korea Sularso dan Haruo Tahara, 2006, Pompa dan Kompresor, Indonesia Tim Penyusun PIP Semarang. 2005. Pesawat bantu, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. ………., www.engineeringtoolbox.com/compressed-air-receivers-d_846.html ……….,www.energyefficiencyasia.org/docs/casestudies/languages/Indo/Case studies ............,www.energyefficiencyasia.org/docs/ee_modules/indo/Chapter - Compressors and errors Lampiran 1 1 2 3 4 5 Gambar 1. Kompresor udara. Keterangan gambar : 1. Air filter 2. Pipa pendingin air tawar (inlet) 3. Oil pressure gauge 4. Fresh water pressure gauge 5. Pipa pendingin air tawar (outlet) Lampiran 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Gambar 2 Penampang kompresor Lampiran 3. Keterangan gambar penampang kompresor: 1. Suction filter 2. 1st stage low pressure valve 3. Cylinder head 4. Piston 5. Cylinder block 6. After cooler 7. 2nd stage high pressure delivery valve 8. Intercooler 9. Piston rod 10. 2nd stage high pressure suction valve 11. Crank case 12. Crank shaft Lampiran 4. Membuka baut pada tutup sea chest Gambar 3. Sea chest Kotoran pada Saringan Sea chest Gambar 4 Saringan sea chest kotor Lampiran 5. Bagian yang sering terdapat korosi Gambar 5 Inter cooler Lampiran 6 M/E Gambar 6 Penataan Sistem udara tekan Lampiran 7 Gambar 7 Spare part Lampiran 8 Gambar 8 Spare part Lampiran 9 Gambar 9 Gambaran umum kompresor udara WAWANCARA Wawancara yang penulis lakukan terhadap responden, untuk memperoleh informasi maupun bahan masukan bagi skripsi yang penulis buat sehingga diperoleh data-data yang mendukung terhadap penelitian yang penulis lakukan. Adapun wawancara yang penulis lakukan terhadap responden adalah dibawah ini. Wawancara penulis dengan chief engineer Mr. Svetoslav Kalmukov di kapal MT EMERALD ISLE: Penulis : chief apa yang terjadi pada kompresor udara nomor dua? Chief engineer : kompresor udara nomor dua mengalami masalah yang harus segera dilakukan perbaikan. Penulis : kenapa anda bisa menyimpulkan bahwa kompresor udara nomor dua mengalami masalah? Chief engineer : kompresor udara nomor dua ketika bekerja tidak dapat mengisi botol udara dengan penuh selama 12 menit, sehingga untuk memenuhi botol udara,kompresor udara akan bekerja lebih lama dan kompresor udara akan tiba-tiba mati. Penulis : apa penyebab kompresor udara mati mendadak? Chief engineer : kompresor udara mengalami high temperature trip dikarenakan temperature air pendingin keluar melebihi batas normal yaitu 50ºC. Penulis : apa yang seharusnya dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut? Chief engineer : upaya yang harus dilakukan adalah dengan menganalisis berbagai macam kemungkinan, kemungkinan-kemungkinan tersebut antara lain, cooler kotor, HP dan LP valve kotor, juga kemungkinan lain adalah saringan sea chest kotor. Penulis : bagaimana cara untuk mengetahui saringan sea chest kotor? Chif engineer : dengan cara melihat tekanan isappompa air laut, jika tekanan kurang dari 0 bar, maka bisa dipastikan saringan sea chest kotor, dengan catatan saringan isap pompa air laut bersih. Penulis : jadi kapan akan dilakukan over haul kompresor udara? Chief engineer : secepatnya akan dilakukan over haul, tetapi sebelumnya third engineer harus melakukan pengecekan terhadap suku cadang dan juga harus mempersiapkan peralatan-peralatan yang diperlukan. Wawancara terhadap sumber kedua yaitu first engineer Mr. veselin vselinov : Penulis : mhohon maaf first saya mau Tanya tentang kompresor udara nomor dua. First engineer : silahkan cadet! Penulis : menurut pendapat anda, apa penyebab kompresor udara nomor dua tidak bekerja normal? First engineer : penyebabnya adalah kurangnya perawatan pada kompresor. Penulis : maksud anda bagaimana? First engineer : kompresor udara adalah tanggung jawab third engineer, jadi segala sesuatu perawatan terhadap kompresor udara harus dilakukan oleh third engineer. Suatu saat nanti kamu akan jadi third engineer, jadi kamu harus bertanggung jawab terutama pada kompresor udara, Penulis : siap first.. apa saja yang harus saya lakukan first? First engineer : mulai dari sekarang kamu ikut jaga dengan third engineer dan minta third untuk mengajarimu! Jangan lupa selalu ikuti petunjuk pada manual book dan ikuti PMS yang diberikan perusahaan Penulis : siap first..terima kasih. DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS Data Pribadi : Nama : Dwi Santoso NIT : 42052314. T Jurusan : Teknika Tempat /Tanggal lahir : Sleman , 05 Desember 1986 Jenis kelamin : Laki-laki Alamat : Dsn. Pagonan RT: 002/ RW: 001 Ds. Sidogede Kec. Grabag Kab. Magelang Jawa Tengah 56196 Nama Orang Tua: Nama ayah : Bpk. Suharyanto Nama ibu : Ibu Sri Handayani Alamat orang tua : Dsn. Pagonan RT: 002/RW: 001 Ds. Sidogede Kec. Grabag Kab. Magelang Jawa Tengah 56196 Riwayat Pendidikan: Sekolah Dasar : SDN 01 PAGONAN (1992-1998) SLTP : SLTPN 02 GRABAG ( 1998- 2001) SLTA : SMAN 01 GRABAG ( 2001- 2004) Sekolah Tinggi : PIP SEMARANG ( 2006- 2011) Pengalaman Praktek Laut/Prala: Nama kapal : MT.Emerald Isle Call Sign : A8CM6 Lama praktek : 27 Agustus 2008-10 Desember 2009 Nama perusahaan : PT. PP Equinox/Tanker Pacific Management (s) Pte, Ltd. Jenis kapal : Product Oil Tanker Route pelayaran : Tramping (Ocean Going Voyage) 1/13/2011 1 IDENTIFIKASI GANGGUAN MENURUNNYA PRODUKSI UDARA PADA KOMPRESOR UDARA TERHADAP KELANCARAN PENGOPERASIAN KAPAL DI MT EMERALD ISLE Disajikan oleh : DWI SANTOSO NIT : 42052314. T Kompressor adalah salah satu pesawat yang digunakan untuk memampatkan udara dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Udara yang dimampatkan tersebut ditampung dalam bejana udara dengan tekanan ±30 kg/cm2, yang kemudian siap untuk digunakan sebagai udara start untuk menjalankan mesin induk dan mesin bantu. Udara bertekanan yang dihasilkan oleh kompresor udara, juga digunakan sebagai kontrol pneumatic. Selama pengoperasian mesin induk pada saat olah gerak terjadi, kadang datang kendala atau hambatan-hambatan yang disebabkan terjadinya kerusakan pada kompresor udara, sehingga kompresor udara tidak dapat bekerja secara optimal. Hal ini mengakibatkan proses pengisian udara start terlalu lama dan dapat mempengaruhi proses kelancaran olah gerak. PERUMUSAN MASALAH Perumusan masalah yang dibahas adalah : Faktor-faktor apakah yang menyebabkan produksi udara pada kompresor udara menurun? Bagaimanakah cara mengatasi menurunnya produksi udara pada kompresor udara tersebut? Pembatasan Masalah Pembatasan pembahasan hanya pada ruang lingkup kompresor udara dengan jenis Jonghaptanabe compressor, H series, 2nd stage di kapal MT EMERALD ISLE. Selain dibatasi obyeknya, penelitian ini juga dibatasi dengan ruang lingkup waktu, yaitu keadaan selama kurun waktu September 2008-Nopember 2009. Hasil Penelitian 1. Tekanan air pendingin masuk 0.8 bar (normal 1.5 bar). 2. Temperatur air pendingin masuk 44ºC-46ºC, pengukuran dilakukan dengan menggunakan infra red thermometer gun. 3. Temperatur air pendingin keluar >50ºC (temperature
selalu berubah), pengukuran dilakukan dengan
mengguanakan infra red thermometer gun.
4. Sering terjadi high temperature trip alarm.
5. Kadang tidak terlihat adanya air yang mengalir pada
sight glass yang terpasang pada pipa keluar air
pendingin.
Faktor-faktor yang menyebabkan produksi udara
pada kompresor udara menurun adalah :
Penyebab langsung :
• Cooler kotor atau tersumbat.
• Adanya kebocoran pada HP dan LP valve.
• Kurangnya perawatan pada tabung udara.
Penyebab tidak langsung :
• Tekanan isap pompa air laut kurang.
• Udara disekitar kompresor udara kotor.
• Kuranganya suku cadang atau spare part.
1/13/2011
2
Penyebab langsung :
Cooler kotor atau tersumbat.
Buang udara didalam cooler, lakukan inspeksi dan pembersihan
cooler setiap satu bulan sekali, lakukan pressure test untuk
mengetahui ada tidaknya kebocoran pada pipa pendingin.
Adanya kebocoran pada HP dan LP valve.
Bersihkan katup dari kotoran yang menempel pada katup,
lakukan penyekuran pada katup dan pengecekan pada spring,
lakukan pengecekan kebocoran pada katup sebelum katup
dipasang kembali.
Kurangnya perawatan pada tabung udara.
Lakukanlah pembuangan air yang bercampur dengan minyak
dan kotoran dalam tabung penerima udara. Lakukanlah
pembersihan terhadap tabung penerima udara secara berkala.
Lakukan pengecekan terhadap apendasi-apendasi yang
terpasang pada tabung penerima udara secara baik dan rutin.
Penyebab tidak langsung:
Tekanan isap pompa air laut kurang.
Buka tutup saringan sea chest dan angkat saringan keluar
dengan menggunakan chain block,bersihkan saringan sea
chest dari kotoran dan teritip yang menyebabkan saringan
tersumbat, bersihkan dengan menggunakan sikat kawat
atau dapat juga dengan menggunakan mesin chipping
sampai bersih.
Udara disekitar kompresor udara kotor.
Membersihkan saringan udara dengan menyemprotkan
udara bertekanan hingga kotoran-kotoran yang menempel
pada saringan terbuang, lakukan house keeping di kamar
mesin secara teratur.
Kuranganya suku cadang atau spare part.
Lakukan pemesanan suku cadang secara jelas dan hanya
untuk suku cadang yang terpenting saja, pihak perusahaan
harus sesegera mungkin mengirim suku cadang yang
diperlukan dimana posisi kapal sedang sandar.
Penutup
Simpulan :
1.Faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya
produksi udara pada kompresor udara adalah:
a. Penyebab langsung
1) Cooler pada kompresor udara kotor atau tersumbat,
sehingga menyebabkan proses pertukaran panas tidak
optimal.
2) Kebocoran pada HP dan LP valve adalah karena
adanya endapan karbon pada katup sehingga
katup tidak rapat.
3) Adanya endapan dan campuran antara air dan
minyak didalam tabung udara, mengakibatkan
jumlah udara didalam tabung tidak maksimal dan
kualitas udara tidak baik.
b) Penyebab tidak langsung
1) Tekanan isap pompa air laut kurang
disebabkan karena saringan sea chest
tersumbat oleh kotoran.
2) Udara disekitar kompresor kotor hal ini
disebabkan karena lingkungan disekitar
kompresor udara kotor.
3) Kurangnya suku cadang atau spare part,
menyebabkan proses perawatan dan
perbaikan terganggu.
2. Cara mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan
menurunnya produksi udara pada kompresor
udara adalah:
a) Penyebab langsung
1) Cooler pada kompresor yang kotor harus dilakukan
pembersihan supaya proses pertukaran panas dapat
berlangsung dengan optimal.
2) HP dan LP valve yang bocor harus dilakukan
penyekuran dan pembersihan dari kotoran-kotoran
yang menempel pada katup.
3) Perawatan pada tabung udara dilakukan dengan
cara, melakukan pembuangan air yang bercampur
dengan endapan dan minyak didalam tabung,
minimal satu kali dalam satu periode jaga dan
lakukan perawatan sesuai petunjuk dalam manual
book.
b) Penyebab tidak langsung
1) Tekanan isap pompa air laut yang kurang
disebabkan karena filter sea chest kotor, maka
lakukan pembersihan saringan sea chest dari
kotoran yang menyumbat saringan.
2) Udara disekitar kompresor kotor, untuk
mencegah masuknya kotoran pada ruang silinder
maka lakukan pembersihan saringan udara
sesering mungkin
3) Untuk mengatasi kurangnya suku cadang, maka
lakukan pemesanan suku cadang pada perusahaan
dengan jelas dan pemesanan hanya untuk suku
cadang yang penting saja.
1/13/2011
3
Saran :
Setelah mengetahui faktor-faktor penyebab
menurunnya produksi udara pada kompresor udara,
serta cara-cara mengatasinya, maka langkah
selanjutnya adalah dengan selalu melaksanakan
perawatan dan perbaikan kompresor udara, sesuai
petunjuk yang ada pada manual book, serta
memperbaiki sistem dan jadwal perawatan pada
kompresor udara, sehingga kompresor udara dapat
selalu bekerja dengan optimal.
Terima kasih
Semarang, 05 januari 2011
1 comments:
thx bro buat skripsinya,salam pelaut